• Tentang CPMH
  • Media
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • Artikel Ilmiah Populer
  • Ketahanan Keluarga, Apa Pentingnya?

Ketahanan Keluarga, Apa Pentingnya?

  • Artikel Ilmiah Populer
  • 19 September 2020, 20.26
  • Oleh: CPMH
  • 0

Keluarga merupakan unit terkecil dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat. Keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak merupakan bagian dari interaksi sosial sehari-hari kebanyakan orang. Keluarga merupakan sumber pendidikan utama bagi anak. Tak ayal jika dikatakan bahwa anak mempelajari hal-hal dasar dari dalam rumah terlebih dahulu. Maka dari itu, ketahanan keluarga dianggap sebagai pilar ketahanan nasional.

Ketahanan dalam keluarga menggambarkan interaksi dan komunikasi antar individu yang harmonis dan sejahtera secara fisik maupun psikis. Berdasarkan The International Family Strengths Model, ketahanan keluarga terdiri dari enam kriteria, antara lain

  1. Apresiasi dan afeksi;
  2. Komunikasi positif;
  3. Komitmen terhadap keluarga;
  4. Kenyamanan saat menghabiskan waktu bersama;
  5. Kesejahteraan mental yang didasari oleh spiritualitas; dan
  6. Kemampuan anggota keluarga untuk mengatasi stres dan krisis atau permasalahan secara efektif.

Apresiasi dan afeksi positif harus diberikan sejak dini. Dengan demikian, anggota keluarga akan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan pola pikir positif dalam dirinya, seperti penerimaan diri yang lebih baik. Melalui komunikasi positif, anggota keluarga juga dapat membentuk komitmen sebagai “bagian” dari peraturan yang disepakati bersama. Dengan demikian, dinamika sehari-hari akan menjadi lebih hangat. Kebiasaan dalam menghabiskan waktu bersama, sharing hal-hal kecil hingga kegiatan harian juga mampu membentuk ketahanan dalam hal kerukunan keluarga.

Di sisi lain, Indonesia dengan prinsip dasar religiusitas dan spiritual yang juga tumbuh dari lingkungan keluarga akan membantu untuk menjaga kestabilan emosi melalui kepercayaan dan keyakinan yang dianut. Keluarga dengan ketahanan yang baik berdampak pada resiliensi diri sebagai individu, terlebih saat menghadapi masa-masa sulit. 

Keenam kriteria tersebut sangat penting untuk dimiliki setiap keluarga agar kesehatan mental individu di dalamnya dapat terjaga dengan baik. 

 

Referensi:

Olson, D., DeFrain, J., & Skogrand, L. (2010). Marriages and families: Intimacy, diversity, and strengths. McGraw Hill.

Tags: ketahanan keluarga

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

  • Kesehatan Jiwa di Gunungkidul Jadi Perhatian, CPMH Fakultas Psikologi UGM Dorong Penguatan TPKJM
  • Film Harmoni: Healing Together Diputar di Italia, Angkat Kolaborasi Kesehatan Mental dan Agama
  • Judi Online di Lingkungan Kerja: Dampak Psikologis dan Pentingnya Deteksi Dini
  • CPMH UGM dan Dinkes Sleman Perkuat Edukasi Kesehatan Mental melalui Program P3LP di Pesantren
  • Bukan Hanya Psikolog dan Psikiater: Mengenal Peran Perawat dalam Layanan Kesehatan Mental
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-603
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
Email: cpmh@ugm.ac.id
Telepon: +62 274 550435 ext. 145
WhatsApp/sms: +62 8132 739 5698

Media Sosial:
Instagram: @cpmhugm

X: @cpmhugm
Facebook: CPMH Psikologi UGM
Threads: @cpmhugm
LinkedIn: Center for Public Mental Health UGM
YouTube: CPMH Psi UGM

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY