In early 2025, Indonesian authorities introduced a controversial approach to juvenile delinquency by placing so-called ‘troublesome’ youth into military boot camps for six months of intensive discipline and character education (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). Spearheaded by West Java Governor Dedi Mulyadi and supported by the Indonesian National Armed Forces (TNI), the programme targets adolescents engaged in school absenteeism, physical altercations, or other risky behaviours (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). Children are removed from their homes and schooling and placed into military barracks designed to enforce obedience and personal responsibility through a regimented routine (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). By mid-2025, more than 270 students had been enrolled, and the programme’s scope was, at the time, planned to include adults deemed socially disruptive (France-Presse, 2025; Tempo, 2025).
Arsip:
Psikoedukasi
Tahun 2025 adalah tahun penuh harapan bagi Indonesia. Momentum tahun baru menjadi kesempatan kita memulai segudang resolusi. Salah satunya yaitu resolusi menggunakan media sosial (medsos) dengan lebih baik dan bijak. Medsos kini telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Platform ini berperan besar dalam meningkatkan kesadaran kesehatan jiwa melalui video pendek, tulisan, dan forum penyintas. Hanya saja, medsos diam-diam menyimpan ancaman serius bagi kesehatan jiwa kita.