Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada melaksanakan pelatihan keterampilan dasar Psychological First Aid (PFA) bagi dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FEB, Kamis (9/4). Berkolaborasi dengan Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan dalam memberikan dukungan awal terhadap mahasiswa yang mengalami permasalahan psikologis.
Sebanyak 200 peserta mengikuti kegiatan ini secara luring maupun daring melalui Zoom. Pelatihan menghadirkan Direktur CPMH, Diana Setiyawati, M.HSc Psy., Ph.D., Psikolog, sebagai narasumber utama yang membagikan pengetahuan serta praktik dasar dalam penanganan kondisi psikologis darurat di lingkungan pendidikan tinggi.
Dalam pemaparannya, Diana menekankan bahwa keterampilan dalam mendampingi kondisi psikologis mahasiswa bukanlah sesuatu yang bersifat bawaan, melainkan dapat dipelajari. Ia menyampaikan prinsip penting bahwa “everything can be learned, can be unlearned”, sehingga dosen dan tenaga kependidikan diharapkan terbuka untuk terus mengembangkan cara pandang dan pendekatan baru dalam memahami kesehatan mental mahasiswa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kasus-kasus serius yang terjadi pada mahasiswa tidak selalu semata-mata disebabkan oleh permasalahan yang tampak berat di permukaan. Dalam banyak situasi, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan adanya kerentanan atau faktor risiko yang telah dimiliki sebelumnya oleh mahasiswa. Kerentanan ini, sebagaimana halnya kondisi kesehatan fisik, dapat dikenali dan diantisipasi sejak dini apabila terdapat pemahaman yang memadai.
Sebagai upaya preventif, pihak fakultas memiliki peran penting dalam membangun faktor protektif bagi mahasiswa. Hal ini dapat dilakukan melalui penciptaan lingkungan akademik yang suportif, sistem dukungan yang responsif, serta pembekalan keterampilan bagi mahasiswa agar mampu bertahan dan beradaptasi dalam menghadapi tekanan. Dengan pendekatan yang sistemik, mahasiswa tidak hanya ditangani ketika mengalami krisis, tetapi juga dipersiapkan untuk memiliki ketahanan mental yang lebih baik.

Dalam sesi penutup, peserta juga diingatkan untuk mewaspadai tanda-tanda kedaruratan psikiatri pada mahasiswa. Kondisi ini memerlukan respons cepat dan tepat, baik melalui pemberian pertolongan awal maupun rujukan kepada tenaga profesional. Dengan demikian, diharapkan dosen dan tenaga kependidikan dapat berperan sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih peduli dan tanggap terhadap kesehatan mental.
Salam sehat jiwa!
Penulis: Nurul Hidayati