• Tentang CPMH
  • Media
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
  • SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Optimalisasi Kemampuan Menulis bagi Para Mahasiswa, CPMH Adakan Pelatihan Internal

Kegiatan LainRilis Friday, 18 September 2026

Kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan yang penting bagi mahasiswa, terutama dalam mendukung kegiatan akademik. Selama menjalani perkuliahan, menulis menjadi bagian dari keseharian mahasiswa, baik dalam mengerjakan tugas akademik maupun menyampaikan gagasan secara tertulis. read more

Perkuat Riset Berbasis Bukti, CPMH dan Prodi Doktor Psikologi UGM Gelar Workshop Scoping Review dan Systematic Literature Review

Kegiatan LainRilis Thursday, 17 September 2026

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut intervensi psikologis berbasis bukti sebagai bagian penting dari layanan kesehatan, sosial, perlindungan, dan pendidikan. WHO juga mencatat bahwa banyak intervensi psikologis telah memiliki bukti efektivitas pada berbagai konteks dan populasi. Sementara itu, American Psychological Association (APA) menempatkan evidence-based practice in psychology sebagai integrasi antara bukti penelitian terbaik yang tersedia, keahlian klinis, serta karakteristik, budaya, dan preferensi individu yang menerima layanan. read more

Mendidik Anak di Era AI, Guru Didorong Perkuat Karakter dan Digital Wellbeing Peserta Didik

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Wednesday, 16 September 2026

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membawa perubahan pada cara anak belajar, berinteraksi, dan memperoleh informasi. UNICEF menyoroti bahwa perkembangan AI menghadirkan peluang sekaligus risiko baru bagi anak, termasuk dalam proses belajar dan kehidupan sosial mereka. Karena itu, pemanfaatan AI dalam pendidikan perlu disertai pendampingan agar teknologi tetap mendukung perkembangan anak secara utuh. read more

Keluarga sebagai Tempat Pulang untuk Menguatkan Ketahanan Mental Anak

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Wednesday, 16 September 2026

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi depresi di Indonesia tercatat sebesar 1,4%, dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada kelompok usia muda 15–24 tahun, yaitu sebesar 2%. Data tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap lingkungan terdekat anak dan remaja, termasuk keluarga, dalam mendukung kesehatan mental serta kemampuan mereka menghadapi berbagai tekanan selama masa perkembangan. read more

Mindspiration #4 Bahas Peran Religiusitas dan Harapan dalam Pencegahan Bunuh Diri

MindspirationPengabdian Kepada MasyarakatRilis Tuesday, 15 September 2026

Bunuh diri masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di tingkat global. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan bunuh diri tidak hanya memerlukan akses terhadap layanan kesehatan mental, tetapi juga pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi seseorang ketika menghadapi tekanan dan krisis, termasuk aspek sosial, budaya, serta spiritual. read more

Penguatan Keluarga sebagai Fondasi Generasi Emas: Pesan ISCP 2026 dalam Audiensi bersama DPRD DIY

AdvokasiRilis Tuesday, 15 September 2026

Keluarga merupakan lingkungan utama bagi tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. Namun, tidak semua keluarga memiliki kondisi dan sumber daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar. Laporan Bappenas, BPS, SMERU, dan UNICEF berdasarkan data SUSENAS 2023 menunjukkan bahwa 37,4% atau sekitar 29,8 juta anak di Indonesia mengalami deprivasi multidimensi, yaitu kekurangan pada setidaknya dua dimensi kesejahteraan dasar. read more

CPMH Bahas Proses Berduka dan Pemulihan setelah Kehilangan akibat Bunuh Diri

Kuliah OnlinePengabdian Kepada MasyarakatRilis Friday, 11 September 2026

Setiap kematian akibat bunuh diri tidak hanya berdampak pada individu yang meninggal, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang bagi keluarga, teman, dan komunitas yang ditinggalkan. World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun di dunia. WHO juga menekankan bahwa dampak bunuh diri meluas kepada orang-orang yang kehilangan orang terdekat, sehingga dukungan bagi mereka yang berduka menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan bunuh diri. read more

Menjadi Teman Aman bagi Remaja, CPMH Psikologi UGM Dorong Orang Tua Bangun Komunikasi yang Aman dan Empatik

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Friday, 11 September 2026

Indonesia memiliki sekitar 46 juta remaja atau sekitar 17% dari total populasi. Dalam laporan WHO tahun 2024, gangguan kecemasan termasuk salah satu penyebab utama disability-adjusted life years (DALYs) pada remaja di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan yang dapat membantu remaja menghadapi berbagai tekanan selama masa perkembangannya, termasuk dukungan yang hadir dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga. read more

Mindspiration #3 Bahas Bunuh Diri dalam Perspektif Riset dan Nilai Hidup

MindspirationPengabdian Kepada MasyarakatRilis Thursday, 10 September 2026

Kesehatan mental pada kelompok lanjut usia menjadi salah satu isu yang semakin penting seiring dengan meningkatnya jumlah populasi lansia di dunia. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 15% orang berusia 70 tahun ke atas hidup dengan gangguan mental, dengan depresi dan gangguan kecemasan sebagai kondisi yang umum ditemukan. Selain itu, sekitar seperenam kematian akibat bunuh diri secara global terjadi pada kelompok usia 70 tahun ke atas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan mental lansia melalui dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta akses terhadap edukasi dan layanan kesehatan mental yang memadai. read more

CPMH Bekali Mahasiswa sebagai Safe Adult dan First Aider melalui Pelatihan PFA

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Thursday, 10 September 2026

Sekitar satu dari enam orang di dunia mengalami kesepian, dengan angka yang lebih tinggi pada kelompok anak muda, yaitu sekitar satu dari lima orang. World Health Organization (WHO) menekankan bahwa keterhubungan sosial memiliki peran penting bagi kesehatan dan kesejahteraan, sementara kesepian dan keterasingan sosial dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk depresi dan kecemasan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya keberadaan lingkungan dan jejaring dukungan yang mampu membuat seseorang merasa didengar, terhubung, dan tidak menghadapi masalah seorang diri. read more

123…7

Berita Terbaru

  • Optimalisasi Kemampuan Menulis bagi Para Mahasiswa, CPMH Adakan Pelatihan Internal
  • Perkuat Riset Berbasis Bukti, CPMH dan Prodi Doktor Psikologi UGM Gelar Workshop Scoping Review dan Systematic Literature Review
  • Mendidik Anak di Era AI, Guru Didorong Perkuat Karakter dan Digital Wellbeing Peserta Didik
  • Keluarga sebagai Tempat Pulang untuk Menguatkan Ketahanan Mental Anak
  • Mindspiration #4 Bahas Peran Religiusitas dan Harapan dalam Pencegahan Bunuh Diri
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-610
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
cpmh.psikologi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 100

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY