Sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental peserta didik karena menjadi lingkungan tempat mereka belajar, berkembang, dan berinteraksi setiap hari. UNESCO melalui Global Status Report on School Health and Nutrition 2025 menekankan bahwa sekolah perlu menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan peserta didik melalui kolaborasi seluruh warga sekolah, keluarga, dan komunitas. Oleh karena itu, penguatan kapasitas tenaga pendidik, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK), menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sistem dukungan kesehatan mental di sekolah.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Meningkatnya tuntutan akademik, sosial, dan ekspektasi terhadap diri sendiri menjadikan kesehatan mental remaja sebagai isu yang semakin penting untuk mendapat perhatian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan satu dari tujuh remaja berusia 10–19 tahun di dunia mengalami gangguan kesehatan mental. Depresi dan gangguan kecemasan menjadi penyebab utama disabilitas pada kelompok usia tersebut. Sementara itu, Indonesia memiliki sekitar 46 juta penduduk usia remaja, dengan gangguan kecemasan menjadi salah satu penyebab utama hilangnya kualitas hidup pada kelompok ini. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan yang dialami remaja bukanlah persoalan yang dapat dianggap sepele, sehingga diperlukan berbagai upaya edukasi untuk meningkatkan literasi kesehatan mental.
Hampir seluruh individu yang terdampak situasi darurat atau bencana akan mengalami tekanan psikologis, meskipun sebagian besar mampu pulih secara alami seiring waktu. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan psikososial pada fase awal kedaruratan, salah satunya melalui Psychological First Aid (PFA) atau Pertolongan Pertama Psikologis. WHO juga menekankan bahwa orientasi PFA bagi para petugas dan relawan merupakan bagian penting dalam memperkuat respons kesehatan mental pada situasi krisis.
Budaya senioritas yang tidak sehat masih menjadi salah satu tantangan di lingkungan pendidikan berasrama. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berulang kali mengingatkan pentingnya mencegah segala bentuk kekerasan dan perundungan yang kerap berakar pada relasi senior-junior yang tidak setara. Oleh karena itu, penguatan keterampilan mengelola konflik dan berkomunikasi secara sehat menjadi salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.
Kehadiran ayah dalam keluarga menjadi tema yang diangkat Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026. Melalui Center for Public Mental Health (CPMH), Fakultas Psikologi UGM bekerja sama dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan seminar bertajuk A Shoulder to Cry On: Bertahan Bersama, Bertumbuh Bersama, Menghadirkan Ayah dalam Keluarga pada Jumat (3/7) di Selasar D-100 Fakultas Psikologi UGM dan secara daring melalui Zoom dan kanal YouTube.
CPMH UGM Berikan Pelatihan Pendampingan Psikologi bagi Pengampu Akademik dan Kemahasiswaan FMIPA UGM
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkesempatan menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Pendampingan Psikologi bagi Pengampu Akademik dan Kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM pada Rabu (24/6) di Auditorium RMJT Soehakso FMIPA UGM.
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkesempatan berkolaborasi dengan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta dalam penyelenggaraan Seminar Edukasi Seksualitas bertajuk “Puberty, Identity, and Healthy Boundaries” pada Rabu (24/6).
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berkontribusi dalam penguatan upaya pencegahan bunuh diri melalui kegiatan Bimbingan Teknis Kalurahan Siaga Sehat Jiwa yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Kegiatan dilaksanakan dalam dua kesempatan, yaitu pada Selasa (23/6) di Kapanewon Berbah dan Kamis (25/6) di Kapanewon Pakem.
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi menyelenggarakan Kuliah Online CPMH #73 secara gratis pada Jumat, 22 Mei 2026 melalui Zoom Meeting dengan tema Di Balik Label ‘Generasi Rapuh’: Memahami Tekanan dan Kesehatan Mental Remaja Masa Kini. Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan CPMH untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan mental remaja serta mendorong terciptanya lingkungan yang lebih suportif bagi perkembangan remaja masa kini.
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada turut mendukung penguatan gerakan kesehatan mental remaja dan inklusi sosial melalui rangkaian Youth Mental Health Summit DIY 2026 yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026 di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Depan Fest 2026 yang menghadirkan berbagai program berbasis partisipasi remaja dan kesehatan mental.