Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan 64 kasus bunuh diri dilaporkan di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah pada Triwulan II 2024. Sementara itu, data bunuh diri di Indonesia secara umum masih menghadapi keterbatasan pencatatan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan upaya pencegahan bunuh diri, termasuk melalui dukungan kesehatan mental yang terintegrasi di lingkungan kampus.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kesehatan jiwa menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY yang disampaikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), tercatat 28 kasus bunuh diri di Gunungkidul sepanjang 2025, meningkat dari 26 kasus pada 2024. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan upaya kesehatan jiwa yang melibatkan berbagai sektor, termasuk melalui koordinasi layanan dan dukungan berbasis masyarakat.
Kolaborasi antara tenaga kesehatan mental dan penyembuh berbasis agama maupun tradisi menjadi fokus film dokumenter Harmoni: Healing Together, yang diputar dalam agenda akademik di Sapienza University of Rome, Italia, pada Senin (12/10). Film ini merupakan salah satu luaran riset internasional Together for Mental Health yang melibatkan peneliti dari Indonesia, Ghana, dan Inggris untuk mengeksplorasi praktik kolaborasi dalam layanan kesehatan mental serta kaitannya dengan pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.
Akses terhadap layanan dukungan kesehatan mental masih menjadi tantangan bagi remaja di Indonesia. Hasil Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan bahwa hanya 2,6% remaja berusia 10–17 tahun yang mengalami masalah kesehatan mental mengakses layanan dukungan atau konseling untuk masalah emosional dan perilaku dalam 12 bulan terakhir. Temuan ini menunjukkan pentingnya meningkatkan literasi kesehatan mental serta kemampuan masyarakat untuk mengenali tekanan psikologis dan memberikan dukungan awal kepada orang yang membutuhkan.
Kesehatan mental anak perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya ketika anak sudah menunjukkan masalah. Data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining pada periode 2025–2026, hampir 10 persen menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa. Sebanyak 4,4 persen anak menunjukkan gejala kecemasan dan 4,8 persen menunjukkan gejala depresi.
Kesehatan mental merupakan isu global yang membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan klinis, tetapi juga mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan pengalaman hidup individu. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa pada 2023 hampir 1,2 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental, sementara sebagian besar belum memperoleh akses terhadap layanan yang efektif. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan sistem dukungan kesehatan mental yang dapat menjangkau kebutuhan individu dalam konteks kehidupan dan komunitasnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut intervensi psikologis berbasis bukti sebagai bagian penting dari layanan kesehatan, sosial, perlindungan, dan pendidikan. WHO juga mencatat bahwa banyak intervensi psikologis telah memiliki bukti efektivitas pada berbagai konteks dan populasi. Sementara itu, American Psychological Association (APA) menempatkan evidence-based practice in psychology sebagai integrasi antara bukti penelitian terbaik yang tersedia, keahlian klinis, serta karakteristik, budaya, dan preferensi individu yang menerima layanan.
Bunuh diri masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di tingkat global. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan bunuh diri tidak hanya memerlukan akses terhadap layanan kesehatan mental, tetapi juga pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi seseorang ketika menghadapi tekanan dan krisis, termasuk aspek sosial, budaya, serta spiritual.
Keluarga merupakan lingkungan utama bagi tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. Namun, tidak semua keluarga memiliki kondisi dan sumber daya yang memadai untuk memenuhi kebutuhan dasar. Laporan Bappenas, BPS, SMERU, dan UNICEF berdasarkan data SUSENAS 2023 menunjukkan bahwa 37,4% atau sekitar 29,8 juta anak di Indonesia mengalami deprivasi multidimensi, yaitu kekurangan pada setidaknya dua dimensi kesejahteraan dasar.
Setiap kematian akibat bunuh diri tidak hanya berdampak pada individu yang meninggal, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang bagi keluarga, teman, dan komunitas yang ditinggalkan. World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun di dunia. WHO juga menekankan bahwa dampak bunuh diri meluas kepada orang-orang yang kehilangan orang terdekat, sehingga dukungan bagi mereka yang berduka menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan bunuh diri.