Cara orang tua mengasuh anak tidak terbentuk dalam ruang hampa. Nilai, norma, kondisi sosial, dan budaya turut memengaruhi bagaimana orang tua memberikan perhatian, menetapkan batasan, mendisiplinkan, serta mendukung perkembangan anak. World Health Organization (WHO) menempatkan pengasuhan responsif sebagai salah satu unsur penting dalam nurturing care, yaitu pengasuhan yang memungkinkan anak merasa aman, memperoleh kesempatan belajar, serta berkembang secara optimal. WHO juga menegaskan bahwa keluarga menjadi pihak utama yang menyediakan pengasuhan tersebut pada masa awal kehidupan anak.
Arsip:
Asian Parenting
Setiap keluarga tumbuh dalam konteks budaya yang berbeda. Nilai, tradisi, agama, serta pandangan mengenai peran orang tua dan anak turut membentuk bagaimana pengasuhan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan tersebut juga terlihat antara masyarakat Asia dan Barat. Dalam masyarakat yang dikategorikan sebagai WEIRD (Western, Educated, Industrialised, Rich, Democratic), misalnya, nilai individualisme cenderung lebih ditekankan. Sementara itu, masyarakat Asia, seperti Tiongkok, lebih banyak menanamkan nilai-nilai kolektivisme dan kehidupan bersama dalam pengasuhan anak. Temuan He et al. (2021) menunjukkan bahwa perbedaan nilai budaya tersebut turut membentuk kognisi dan praktik pengasuhan orang tua.