Kesehatan jiwa menjadi salah satu isu penting dalam pembangunan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIY yang disampaikan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), tercatat 28 kasus bunuh diri di Gunungkidul sepanjang 2025, meningkat dari 26 kasus pada 2024. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan upaya kesehatan jiwa yang melibatkan berbagai sektor, termasuk melalui koordinasi layanan dan dukungan berbasis masyarakat.
Rilis
Kolaborasi antara tenaga kesehatan mental dan penyembuh berbasis agama maupun tradisi menjadi fokus film dokumenter Harmoni: Healing Together, yang diputar dalam agenda akademik di Sapienza University of Rome, Italia, pada Senin (12/10). Film ini merupakan salah satu luaran riset internasional Together for Mental Health yang melibatkan peneliti dari Indonesia, Ghana, dan Inggris untuk mengeksplorasi praktik kolaborasi dalam layanan kesehatan mental serta kaitannya dengan pencegahan pelanggaran hak asasi manusia.
Judi online tidak hanya berisiko menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental, hubungan keluarga, dan kehidupan profesional seseorang.
Akses terhadap layanan dukungan kesehatan mental masih menjadi tantangan bagi remaja di Indonesia. Hasil Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) menunjukkan bahwa hanya 2,6% remaja berusia 10–17 tahun yang mengalami masalah kesehatan mental mengakses layanan dukungan atau konseling untuk masalah emosional dan perilaku dalam 12 bulan terakhir. Temuan ini menunjukkan pentingnya meningkatkan literasi kesehatan mental serta kemampuan masyarakat untuk mengenali tekanan psikologis dan memberikan dukungan awal kepada orang yang membutuhkan.
Perawat merupakan bagian penting dari tenaga kesehatan mental. World Health Organization (WHO) melalui Mental Health Atlas 2024 mencatat bahwa perawat kesehatan mental mencakup 43% dari keseluruhan tenaga profesional kesehatan mental spesialis secara global, menjadikannya kelompok profesi dengan proporsi terbesar dalam tenaga tersebut (WHO, 2025). Data ini menunjukkan pentingnya peran perawat dalam sistem layanan kesehatan mental, termasuk dalam mendampingi pasien menjalani proses perawatan dan pemulihan.
Gangguan bipolar merupakan kondisi kesehatan mental yang memengaruhi suasana hati, energi, aktivitas, dan pola pikir seseorang. Kondisi ini ditandai dengan episode mania atau hipomania serta episode depresi yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), diperkirakan 36 juta orang atau 0,4% populasi dunia hidup dengan gangguan bipolar pada 2023, termasuk sekitar 3,3 juta remaja berusia 10–19 tahun. Selain memengaruhi aktivitas sehari-hari, gangguan bipolar dapat berdampak pada hubungan sosial, pendidikan, dan pekerjaan. Stigma serta diskriminasi juga menjadi tantangan yang dapat menghambat penyintas dalam menjalani kehidupan dan mengakses dukungan yang dibutuhkan.
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menaruh perhatian pada kasus perceraian di Indonesia. Nazaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia dalam National Symposium of Penghulu and Ulama di Pondok Buntet Pesantren (09/09) menyoroti tentang tingginya angka perceraian sepanjang 2026. Hingga bulan September, kasus perceraian sudah hampir menyentuh angka 6 juta.
Kesehatan mental anak perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya ketika anak sudah menunjukkan masalah. Data Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa dari sekitar 7 juta anak yang telah menjalani skrining pada periode 2025–2026, hampir 10 persen menunjukkan indikasi masalah kesehatan jiwa. Sebanyak 4,4 persen anak menunjukkan gejala kecemasan dan 4,8 persen menunjukkan gejala depresi.
Disclaimer: Istirahat sejenak jika muncul rasa tidak nyaman saat membaca artikel ini. Hubungi psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan terdekat jika Anda atau orang sekitar Anda memiliki pikiran mengakhiri hidup.
Keluarga idealnya menjadi ruang yang memberikan rasa aman bagi setiap anggotanya untuk bertumbuh, beristirahat, dan mendapatkan dukungan ketika menghadapi tekanan. Namun, keluarga juga dapat menjadi ruang terjadinya kekerasan apabila relasi di dalamnya tidak dibangun dengan aman. Data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta mencatat 1.152 korban kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani jejaring layanan sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, 43% merupakan kasus kekerasan dalam rumah tangga, dengan kekerasan terhadap istri menjadi jenis kekerasan yang paling banyak tercatat, yaitu 421 korban.