• Tentang CPMH
  • Media
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • Berita CPMH
  • CPMH Perkuat Keterampilan Sosial Emosional Santri Pesantren

CPMH Perkuat Keterampilan Sosial Emosional Santri Pesantren

  • Berita CPMH, Kegiatan Lain, Pengabdian Kepada Masyarakat, Rilis
  • 15 July 2026, 13.59
  • Oleh: CPMH
  • 0

Budaya senioritas yang tidak sehat masih menjadi salah satu tantangan di lingkungan pendidikan berasrama. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berulang kali mengingatkan pentingnya mencegah segala bentuk kekerasan dan perundungan yang kerap berakar pada relasi senior-junior yang tidak setara. Oleh karena itu, penguatan keterampilan mengelola konflik dan berkomunikasi secara sehat menjadi salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dengan Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Manajemen Konflik dan Komunikasi Efektif pada Minggu, 12 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 300 santri SMA kelas X dan takhasus putra maupun putri, serta dilaksanakan secara paralel dengan menghadirkan dua narasumber dari CPMH, yaitu Nurul Kusuma Hidayati untuk santri putra dan Nurul Hidayati untuk santri putri.

Seminar bertujuan untuk mencegah kebiasaan melampiaskan kekesalan dan ketidakpuasan kepada junior atau adik kelas, membentuk calon pengurus organisasi dan mudabbir yang mampu memimpin secara tegas dan humanis, serta membekali peserta dengan pemahaman dasar mengenai konflik, strategi pengelolaan emosi, komunikasi efektif, dan penyelesaian konflik yang konstruktif.

Dalam sesi pemaparan, peserta diajak memahami bahwa konflik merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan sehari-hari. Konflik tidak selalu berdampak negatif; yang menentukan adalah bagaimana seseorang merespons dan mengelolanya. Narasumber kemudian mengangkat berbagai contoh konflik yang umum terjadi di lingkungan pesantren, khususnya dalam relasi senior dan junior. Salah satu topik yang dibahas adalah fenomena displaced aggression, yaitu kecenderungan seseorang melampiaskan kemarahan atau frustrasi kepada pihak lain yang lebih lemah ketika tidak dapat mengekspresikannya kepada sumber masalah yang sebenarnya. Pemahaman ini diharapkan dapat membantu santri mengenali dan memutus siklus senioritas yang berpotensi menimbulkan perundungan maupun kekerasan.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan keterampilan active listening melalui metode LADDER (Listen, Ask, Define, Demonstrate Empathy, Encourage, dan Respond). Metode ini mengajarkan pentingnya mendengarkan tanpa memotong pembicaraan, menggali informasi lebih lanjut, memperjelas pemahaman, menunjukkan empati, mendorong pencarian solusi bersama, serta memberikan respons yang tepat. Materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai prinsip-prinsip komunikasi aktif dan efektif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam organisasi maupun interaksi antar santri.

“Konflik adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan bersama. Yang perlu dipelajari bukan cara menghindari konflik, melainkan bagaimana mengelolanya secara sehat melalui komunikasi yang menghargai diri sendiri dan orang lain, sehingga tidak berkembang menjadi perilaku yang merugikan pihak lain,” ujar Nurul Hidayati.

Melalui kegiatan ini, CPMH berharap para santri memiliki keterampilan sosial dan emosional yang lebih baik dalam menghadapi perbedaan, mengelola emosi, serta membangun relasi yang sehat di lingkungan pesantren. Dengan demikian, budaya saling menghormati dan kepemimpinan yang berempati dapat terus berkembang, sekaligus mencegah terjadinya siklus senioritas yang tidak sehat di masa mendatang.

Tags: Kesehatan Mental di Pesantren Komunikasi Efektif Manajemen Konflik SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Berita Terbaru

  • Cara Membangun Ketahanan Mental Anak melalui Dukungan Orang Tua dan Sekolah
  • Media Sosial dan Bunuh Diri: Memahami Risiko Copycat Suicide dan Cara Mencegahnya
  • Membangun Keluarga Tangguh melalui Relasi yang Aman dan Saling Mendukung
  • Tim CPMH UGM Bahas Kolaborasi Profesional Kesehatan Mental dan Penyembuh Berbasis Keagamaan di Sapienza University of Rome
  • Melampaui Prestasi Akademik, CPMH Dorong Pengasuhan yang Mendukung Ketangguhan Anak
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-603
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
Email: cpmh@ugm.ac.id
Telepon: +62 274 550435 ext. 145
WhatsApp/sms: +62 8132 739 5698

Media Sosial:
Instagram: @cpmhugm

X: @cpmhugm
Facebook: CPMH Psikologi UGM
Threads: @cpmhugm
LinkedIn: Center for Public Mental Health UGM
YouTube: CPMH Psi UGM

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY