Disclaimer: Istirahat sejenak jika muncul rasa tidak nyaman saat membaca artikel ini. Hubungi psikolog, psikiater, atau tenaga kesehatan terdekat jika Anda atau orang sekitar Anda memiliki pikiran mengakhiri hidup.
World Suicide Prevention Day
Bunuh diri masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang serius di tingkat global. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa lebih dari 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahunnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan bunuh diri tidak hanya memerlukan akses terhadap layanan kesehatan mental, tetapi juga pemahaman yang lebih komprehensif mengenai berbagai faktor yang dapat memengaruhi seseorang ketika menghadapi tekanan dan krisis, termasuk aspek sosial, budaya, serta spiritual.
Setiap kematian akibat bunuh diri tidak hanya berdampak pada individu yang meninggal, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang bagi keluarga, teman, dan komunitas yang ditinggalkan. World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari 720.000 orang meninggal akibat bunuh diri setiap tahun di dunia. WHO juga menekankan bahwa dampak bunuh diri meluas kepada orang-orang yang kehilangan orang terdekat, sehingga dukungan bagi mereka yang berduka menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan dan penanganan bunuh diri.
Kesehatan mental pada kelompok lanjut usia menjadi salah satu isu yang semakin penting seiring dengan meningkatnya jumlah populasi lansia di dunia. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sekitar 15% orang berusia 70 tahun ke atas hidup dengan gangguan mental, dengan depresi dan gangguan kecemasan sebagai kondisi yang umum ditemukan. Selain itu, sekitar seperenam kematian akibat bunuh diri secara global terjadi pada kelompok usia 70 tahun ke atas. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan mental lansia melalui dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta akses terhadap edukasi dan layanan kesehatan mental yang memadai.