Sebagai bagian dari upaya mewujudkan sekolah yang sejahtera (school well-being) dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta suportif bagi anak, Tim Teman Tumbuh Tanoto Scholars Association (TSA) UGM 2026 berkolaborasi dengan Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan rangkaian Workshop Anti-Bullying untuk guru SD Negeri Pogung Kidul. Kegiatan ini berlangsung dalam dua sesi, yaitu pada Rabu, 29 April 2026 di SD Negeri Pogung Kidul dan Jumat, 8 Mei 2026 di Fakultas Psikologi UGM.
Workshop ini merupakan bagian dari program PEDULI (Pencegahan, Edukasi, Dukungan, Umpan Balik, Lapor, Inklusif) yang dijalankan oleh Tim Teman Tumbuh TSA UGM 2026. Sebelum pelaksanaan workshop, CPMH juga berperan sebagai konsultan bagi tim mahasiswa dalam mempersiapkan dan menjalankan program tersebut di sekolah mitra.

Pada sesi pertama yang berlangsung Rabu, 29 April 2026, kegiatan difokuskan pada focus group discussion (FGD) bersama para guru SD Negeri Pogung Kidul dengan fasilitator Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi. Diskusi membahas berbagai dinamika yang dihadapi sekolah terkait perundungan, mulai dari karakteristik siswa, bentuk bullying atau perundungan yang paling sering ditemui, upaya penanganan yang telah dilakukan, tantangan yang dihadapi guru, hingga berbagai strategi yang ingin dicoba untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.
Melalui FGD ini, para guru memiliki ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus merefleksikan kebutuhan sekolah dalam menangani kasus perundungan secara lebih komprehensif. Diskusi berlangsung interaktif dan menunjukkan tingginya perhatian para pendidik terhadap isu kesehatan mental dan kesejahteraan siswa di sekolah.

Sementara itu, sesi kedua yang dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026 di Fakultas Psikologi UGM menghadirkan Anggit Nur Sasmito, S.Psi. sebagai narasumber. Dalam sesi ini, peserta diajak mengenali berbagai aktor dalam perundungan, memahami strategi menghadapi kasus perundungan di lingkungan sekolah, serta melakukan role play penanganan situasi perundungan. Guru juga diajak menyusun langkah-langkah konkret yang dapat diterapkan di sekolah untuk menanggulangi masalah perundungan secara preventif maupun responsif.
Kegiatan workshop ini menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan secara kolaboratif oleh mahasiswa penerima beasiswa TELADAN Tanoto Foundation di UGM bersama CPMH Fakultas Psikologi UGM. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih inklusif, aman, dan peduli terhadap kesehatan mental anak.
Penulis: Nurul Hidayati