Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesehatan mental remaja melalui pertemuan bersama Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) DIY yang diselenggarakan pada Minggu, 26 April 2026 di Fakultas Psikologi UGM.
Agenda ini merupakan tindak lanjut dari audiensi CPMH dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY yang telah dilaksanakan pada 20 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, CPMH mengusulkan keberlanjutan Program Sekolah Sejahtera—program kolaboratif yang telah dirintis sejak tahun 2015—dengan pendekatan baru yang lebih adaptif terhadap kondisi efisiensi anggaran saat ini.
Sebagai solusi strategis, CPMH menggagas gerakan voluntarisme remaja di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat.
“Selanjutnya akan merekrut sukarelawan remaja di DIY, yang akan bergerak di dua hal: yaitu mendukung mental health remaja dengan program peer counselor, dan mendukung disabilitas dengan mengikuti program SHINE,” ungkap Direktur CPMH, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc.Psy., Ph.D., Psikolog.
Pertemuan bersama FKPO DIY ini dihadiri langsung oleh Direktur CPMH beserta mitra terkait guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam merealisasikan program tersebut. Melalui forum ini, para pengurus OSIS di seluruh DIY diajak untuk berperan aktif dalam menciptakan ekosistem sekolah yang lebih sehat secara mental, inklusif, dan suportif.

Salah satu langkah konkret yang akan segera diwujudkan adalah penyelenggaraan Youth Mental Health Summit pada 16–17 Mei 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas remaja DIY melalui pelatihan intensif secara luring di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk menggerakkan lebih banyak remaja dalam aksi voluntarisme, khususnya sebagai peer counselor bagi teman sebaya serta pendukung program inklusi disabilitas.
Melalui inisiatif ini, CPMH menegaskan bahwa kesehatan mental remaja bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga dapat diperkuat melalui kolaborasi aktif antar remaja, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan. Program ini sekaligus menjadi bagian dari advokasi kesehatan mental CPMH dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sejahtera, responsif, dan promotif bagi kesehatan mental siswa. Dengan memperkuat peran remaja sebagai agen perubahan, CPMH terus mendorong transformasi sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga kesejahteraan psikologis seluruh warga sekolah.
Penulis: Nurul Hidayati