Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi depresi di Indonesia tercatat sebesar 1,4%, dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada kelompok usia muda 15–24 tahun, yaitu sebesar 2%. Data tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap lingkungan terdekat anak dan remaja, termasuk keluarga, dalam mendukung kesehatan mental serta kemampuan mereka menghadapi berbagai tekanan selama masa perkembangan.
pengasuhan
Indonesia memiliki sekitar 46 juta remaja atau sekitar 17% dari total populasi. Dalam laporan WHO tahun 2024, gangguan kecemasan termasuk salah satu penyebab utama disability-adjusted life years (DALYs) pada remaja di Indonesia. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan yang dapat membantu remaja menghadapi berbagai tekanan selama masa perkembangannya, termasuk dukungan yang hadir dari lingkungan terdekat, yaitu keluarga.
Pentingnya pengasuhan yang baik tercermin dalam data UNICEF yang menunjukkan bahwa sekitar empat dari sepuluh anak usia 2–4 tahun di dunia belum mendapatkan interaksi responsif atau stimulasi yang cukup di rumah. Selain itu, lebih dari 80 juta anak usia 2–4 tahun, atau sekitar satu dari lima anak secara global, tidak bermain bersama pengasuhnya di rumah. Padahal, interaksi melalui bermain, berkomunikasi, dan memberikan respons terhadap kebutuhan anak merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO yang menekankan pentingnya responsive caregiving, yaitu kemampuan orang tua atau pengasuh untuk memahami dan merespons kebutuhan anak secara tepat.