Pentingnya pengasuhan yang baik tercermin dalam data UNICEF yang menunjukkan bahwa sekitar empat dari sepuluh anak usia 2–4 tahun di dunia belum mendapatkan interaksi responsif atau stimulasi yang cukup di rumah. Selain itu, lebih dari 80 juta anak usia 2–4 tahun, atau sekitar satu dari lima anak secara global, tidak bermain bersama pengasuhnya di rumah. Padahal, interaksi melalui bermain, berkomunikasi, dan memberikan respons terhadap kebutuhan anak merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO yang menekankan pentingnya responsive caregiving, yaitu kemampuan orang tua atau pengasuh untuk memahami dan merespons kebutuhan anak secara tepat.
Berangkat dari pentingnya peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan Kuliah Online CPMH #74 pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara gratis melalui Zoom Meeting ini mengusung tema “Anak Hebat Bukan Kebetulan: Mengoptimalkan Peran Orang Tua sebagai Ruang Tumbuh Anak” dan diikuti oleh 100 peserta.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan CPMH untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pengasuhan yang dapat mendukung perkembangan anak. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk memahami bahwa proses mendampingi anak tidak hanya berkaitan dengan pencapaian anak saat ini, tetapi juga dengan bagaimana orang tua menciptakan lingkungan yang memungkinkan anak tumbuh menjadi individu yang mandiri, percaya diri, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Kuliah online ini menghadirkan praktisi psikologi pendidikan dan pegiat pengembangan diri, Isnan Hidayat, M.Psi., sebagai narasumber, dengan Marsha Prifirani, S.Psi., sebagai moderator. Dalam pemaparannya, Isnan membahas dinamika pengasuhan orang tua dalam mendukung keberhasilan anak secara holistik.
“Anak pada dasarnya tidak selalu membutuhkan orang tua untuk menyelesaikan segala sesuatu bagi mereka, tetapi membutuhkan bantuan dan pendampingan ketika menghadapi kesulitan,” ujar Isnan.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya memberikan ruang bagi anak untuk tetap memiliki kendali atas hal-hal yang dapat mereka lakukan sendiri. Orang tua tidak harus selalu hadir untuk menyelesaikan masalah anak, tetapi dapat berperan sebagai pendamping yang membantu anak memahami situasi, menemukan solusi, dan belajar dari pengalaman.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep holistic achievement, yaitu keberhasilan yang tidak hanya diukur melalui pencapaian akademik, tetapi juga melalui proses perkembangan, kemandirian, serta kemampuan anak dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada anak untuk mencoba, mengambil keputusan, dan menghadapi konsekuensi dari pilihannya, orang tua dapat membantu anak berkembang menjadi individu yang lebih percaya diri dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparan selanjutnya, Isnan menjelaskan bahwa peran orang tua tidak berhenti pada upaya memastikan anak mencapai keberhasilan. Lebih dari itu, orang tua memiliki peran dalam membantu anak membangun dasar kehidupan yang memungkinkan mereka berkembang dan menjalani kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
Anak juga dapat belajar memperbaiki diri ketika mereka merasa diterima dan dicintai oleh orang tua. Penerimaan tersebut menjadi semakin bermakna ketika orang tua mampu mendengarkan dan mendampingi anak tanpa menghakimi kesalahan yang dilakukan. Ketika anak berada dalam lingkungan yang aman dan suportif, mereka akan lebih berani melakukan refleksi, belajar dari kesalahan, serta mengembangkan kemampuan untuk menghadapi persoalan secara mandiri.
Melalui Kuliah Online CPMH #74, CPMH berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya orang tua, mengenai pentingnya pengasuhan yang responsif dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk memahami pentingnya memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar, mengambil keputusan, dan berkembang secara mandiri tanpa rasa takut akan penghakiman.
Pada akhirnya, menjadi orang tua bukan semata-mata tentang membantu anak menjadi “hebat”, tetapi tentang menyediakan ruang yang aman bagi anak untuk bertumbuh. Dengan pendampingan yang responsif, penerimaan, dan kepercayaan, orang tua dapat menjadi ruang tumbuh yang membantu anak mengenali potensinya, belajar dari pengalaman, dan membangun keberhasilan dalam berbagai aspek kehidupan.
Penulis: Fanysa Naura Husnia
Editor: Nurul Hidayati