• Tentang CPMH
  • Media
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
  • SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Arsip:

SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Individu yang Kuat Bermula dari Keluarga yang Sehat

Rilis Thursday, 3 September 2026

Keluarga merupakan salah satu lingkungan utama yang membentuk kesehatan dan perkembangan individu sejak usia dini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan keluarga dan pengasuh sebagai bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Melalui pendekatan nurturing care, WHO menekankan pentingnya lingkungan yang aman, responsif, serta dukungan terhadap kebutuhan kesehatan, gizi, perkembangan, dan kesejahteraan anak. Dukungan terhadap keluarga pun menjadi bagian penting agar pengasuh mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara optimal. read more

Membangun Keluarga yang Sehat melalui Sinergi Individu, Keluarga, dan Sistem dalam ISCP 2026

Rilis Wednesday, 2 September 2026

Kehadiran dan keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang serta kesejahteraan psikologis anak. Data Profil Anak Indonesia 2025 menunjukkan bahwa pada 2024, interaksi orang tua dan anak masih banyak berlangsung melalui aktivitas bersama, seperti makan bersama (86,18%) dan mengobrol (78,44%). Data tersebut menggambarkan bahwa interaksi sehari-hari menjadi salah satu ruang penting bagi keluarga untuk membangun kedekatan. Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan dasar, keluarga juga memiliki peran dalam memberikan kasih sayang, rasa aman, perlindungan, dan dukungan emosional yang dibutuhkan anak untuk berkembang secara optimal. read more

Masa Kanak-Kanak dalam Bayangan Kekerasan: CPMH Hadirkan para Pakar Adverse Childhood Experience dalam ISCP 2026

Rilis Tuesday, 1 September 2026

Masa kanak-kanak kerap dibayangkan sebagai periode yang penuh permainan, rasa ingin tahu, dan pengalaman menyenangkan. Namun, tidak semua anak memiliki pengalaman yang sama. Bagi sebagian anak, masa tersebut justru diwarnai kekerasan, penelantaran, atau pengalaman traumatis yang dapat membekas hingga dewasa. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa sekitar enam dari sepuluh anak di dunia, diperkirakan mencapai 400 juta anak berusia di bawah lima tahun, mengalami hukuman fisik dan/atau kekerasan psikologis dari orang tua maupun pengasuh secara rutin. WHO juga memperkirakan bahwa satu dari lima perempuan dan satu dari tujuh laki-laki pernah mengalami kekerasan seksual pada masa kanak-kanak. Pengalaman tersebut dapat memengaruhi kesehatan fisik dan mental anak dalam jangka panjang, bahkan berkontribusi terhadap dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas. read more

Memahami Kekerasan dalam Keluarga dari Berbagai Perspektif Budaya dalam ISCP CPMH 2026

Rilis Thursday, 27 August 2026

Keluarga bagi sebagian orang merupakan tempat yang aman untuk pulang dan ruang untuk diterima apa adanya. Namun, bagi sebagian lainnya, rumah justru dapat menjadi tempat munculnya rasa takut dan kekerasan. Data Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan, termasuk yang terjadi dalam ranah personal atau rumah tangga, masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana kekerasan dalam keluarga dipahami ketika setiap keluarga hidup dalam latar sosial dan budaya yang berbeda? read more

Menjadi Tempat Aman bagi Remaja Berawal dari Cara Kita Mendengarkan

Kuliah OnlineRilis Monday, 27 July 2026

Remaja membutuhkan hubungan yang hangat dan komunikasi yang terbuka dengan orang dewasa di sekitarnya sebagai fondasi bagi kesehatan mental dan perkembangan sosial emosionalnya. UNICEF menekankan bahwa komunikasi yang penuh empati merupakan salah satu kunci dalam membangun kesejahteraan mental remaja. Sebaliknya, ketika remaja merasa tidak didengarkan atau perasaannya diabaikan, mereka cenderung enggan untuk kembali bercerita. Oleh karena itu, kemampuan orang tua maupun orang dewasa untuk mendengarkan dengan empatik menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi remaja. read more

CPMH Perkuat Keterampilan Sosial Emosional Santri Pesantren

Berita CPMHKegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Wednesday, 15 July 2026

Budaya senioritas yang tidak sehat masih menjadi salah satu tantangan di lingkungan pendidikan berasrama. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) berulang kali mengingatkan pentingnya mencegah segala bentuk kekerasan dan perundungan yang kerap berakar pada relasi senior-junior yang tidak setara. Oleh karena itu, penguatan keterampilan mengelola konflik dan berkomunikasi secara sehat menjadi salah satu upaya penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan peserta didik. read more

CPMH Bekali Pegawai Imigrasi Kelola Stres Kerja

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Monday, 13 July 2026

Kesehatan mental menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kinerja di lingkungan kerja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun sebanyak 12 miliar hari kerja hilang akibat depresi dan kecemasan, dengan kerugian ekonomi global mencapai US$1 triliun karena menurunnya produktivitas. WHO juga menegaskan bahwa lingkungan kerja yang sehat secara psikologis berperan penting dalam meningkatkan performa, mempertahankan produktivitas, serta mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat. read more

Marching the Wrong Way? Rethinking Military Discipline for Youth 

Artikel Ilmiah PopulerPsikoedukasi Thursday, 14 May 2026

In early 2025, Indonesian authorities introduced a controversial approach to juvenile delinquency by placing so-called ‘troublesome’ youth into military boot camps for six months of intensive discipline and character education (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). Spearheaded by West Java Governor Dedi Mulyadi and supported by the Indonesian National Armed Forces (TNI), the programme targets adolescents engaged in school absenteeism, physical altercations, or other risky behaviours (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). Children are removed from their homes and schooling and placed into military barracks designed to enforce obedience and personal responsibility through a regimented routine (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). By mid-2025, more than 270 students had been enrolled, and the programme’s scope was, at the time, planned to include adults deemed socially disruptive (France-Presse, 2025; Tempo, 2025). read more

CPMH UGM Dorong Penguatan Dukungan Sistemik bagi Kesehatan Mental Orang Tua Anak Atipikal

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Wednesday, 22 April 2026

Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan talk show bertajuk “Kesehatan Mental Orang Tua dan Caregiver Anak Atipikal: Kesehatan Mental Bukan Hanya Milik Anak, tetapi Juga Keluarga” secara hybrid di Auditorium Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM, Senin (20/4).

Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari orang tua anak atipikal, guru, perwakilan LSM, tenaga kependidikan, hingga instansi pemerintah seperti Disdikpora DIY dan pemerintah kabupaten/kota di DIY serta UPT Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Yogyakarta.

Menguatkan Motivasi Perubahan Klien melalui Pendekatan Motivational Interviewing

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Monday, 20 April 2026

Center for Public Mental Health UGM Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop on Motivational Interviewing pada Jumat, 17 April 2026 pukul 08.00–11.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM serta melalui Zoom. Workshop menghadirkan Dr. Tri Hayuning Tyas, M.A., Psikolog sebagai narasumber.Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, antara lain psikolog, dokter, dokter gigi, dosen psikologi, serta mahasiswa Program Profesi Psikologi.

12

Berita Terbaru

  • Individu yang Kuat Bermula dari Keluarga yang Sehat
  • CPMH Psikologi UGM Membicarakan Pengasuhan Anak di Tengah Perubahan Budaya Digital
  • Membangun Keluarga yang Sehat melalui Sinergi Individu, Keluarga, dan Sistem dalam ISCP 2026
  • Masa Kanak-Kanak dalam Bayangan Kekerasan: CPMH Hadirkan para Pakar Adverse Childhood Experience dalam ISCP 2026
  • Memahami Pengasuhan melalui Lensa Budaya dan Agama, CPMH Bahas Keberagaman Parenting di Asia dan Indonesia dalam ISCP 2026
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-610
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
cpmh.psikologi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 100

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY