Kesehatan mental menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kinerja di lingkungan kerja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun sebanyak 12 miliar hari kerja hilang akibat depresi dan kecemasan, dengan kerugian ekonomi global mencapai US$1 triliun karena menurunnya produktivitas. WHO juga menegaskan bahwa lingkungan kerja yang sehat secara psikologis berperan penting dalam meningkatkan performa, mempertahankan produktivitas, serta mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.
SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
In early 2025, Indonesian authorities introduced a controversial approach to juvenile delinquency by placing so-called ‘troublesome’ youth into military boot camps for six months of intensive discipline and character education (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). Spearheaded by West Java Governor Dedi Mulyadi and supported by the Indonesian National Armed Forces (TNI), the programme targets adolescents engaged in school absenteeism, physical altercations, or other risky behaviours (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). Children are removed from their homes and schooling and placed into military barracks designed to enforce obedience and personal responsibility through a regimented routine (The Jakarta Post, 2025a, 2025b). By mid-2025, more than 270 students had been enrolled, and the programme’s scope was, at the time, planned to include adults deemed socially disruptive (France-Presse, 2025; Tempo, 2025).
Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan talk show bertajuk “Kesehatan Mental Orang Tua dan Caregiver Anak Atipikal: Kesehatan Mental Bukan Hanya Milik Anak, tetapi Juga Keluarga” secara hybrid di Auditorium Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM, Senin (20/4).
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari orang tua anak atipikal, guru, perwakilan LSM, tenaga kependidikan, hingga instansi pemerintah seperti Disdikpora DIY dan pemerintah kabupaten/kota di DIY serta UPT Unit Layanan Disabilitas (ULD) Kota Yogyakarta.
Center for Public Mental Health UGM Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop on Motivational Interviewing pada Jumat, 17 April 2026 pukul 08.00–11.30 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid di Ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM serta melalui Zoom. Workshop menghadirkan Dr. Tri Hayuning Tyas, M.A., Psikolog sebagai narasumber.Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, antara lain psikolog, dokter, dokter gigi, dosen psikologi, serta mahasiswa Program Profesi Psikologi.
Sebagai bagian dari upaya penguatan sistem kesehatan mental berbasis masyarakat, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam kegiatan Penguatan Pelopor dan Pelapor (2P) dengan tema “Pendampingan Kasus KDRT dari Sudut Pandang Psikologi”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026), pukul 10.30–12.15 WIB, di Ruang Rapat Nyi Ageng Serang 1 DP3AP2 DIY.