• Tentang CPMH
  • Media
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • Kegiatan Lain
  • Perkuat Riset Berbasis Bukti, CPMH dan Prodi Doktor Psikologi UGM Gelar Workshop Scoping Review dan Systematic Literature Review

Perkuat Riset Berbasis Bukti, CPMH dan Prodi Doktor Psikologi UGM Gelar Workshop Scoping Review dan Systematic Literature Review

  • Kegiatan Lain, Rilis
  • 17 September 2026, 13.43
  • Oleh: Nurul Hidayati
  • 0

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut intervensi psikologis berbasis bukti sebagai bagian penting dari layanan kesehatan, sosial, perlindungan, dan pendidikan. WHO juga mencatat bahwa banyak intervensi psikologis telah memiliki bukti efektivitas pada berbagai konteks dan populasi. Sementara itu, American Psychological Association (APA) menempatkan evidence-based practice in psychology sebagai integrasi antara bukti penelitian terbaik yang tersedia, keahlian klinis, serta karakteristik, budaya, dan preferensi individu yang menerima layanan.

Pentingnya penguatan budaya berbasis bukti dalam ilmu dan praktik psikologi menjadi salah satu konteks diselenggarakannya Workshop “Mastering Scoping & Systematic Literature Review” oleh Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Program Studi Doktor Psikologi Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan berlangsung pada 14–17 September 2026 secara luring di Fakultas Psikologi UGM dan daring melalui Zoom. Workshop diikuti oleh mahasiswa Program Studi Doktor Psikologi dan peserta umum.

Workshop ini dilaksanakan sebagai respons terhadap perkembangan pesat ekosistem penelitian dan semakin banyaknya publikasi ilmiah yang menghasilkan information overload. Dalam kondisi tersebut, peneliti perlu mampu memetakan literatur yang heterogen, mengidentifikasi research gap, memahami perkembangan body of knowledge, serta menyelaraskan temuan penelitian yang beragam. Karena itu, penguasaan metodologi sintesis bukti menjadi bagian penting dalam proses penelitian berbasis evidence.

Dalam pembukaan kegiatan, Kepala CPMH Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D., Psikolog, mengutip pernyataan Isaac Newton sebagai landasan dalam memahami pentingnya penelusuran literatur dalam penelitian. “If I have seen further than others, it is by standing upon the shoulders of giants,” kutip Diana. Diana menjelaskan bahwa seorang peneliti tidak memulai proses penelitian dari ruang kosong. Pengetahuan ilmiah berkembang melalui kontribusi dan temuan dari penelitian sebelumnya. “Dia adalah ilmuwan yang dianggap futuristik, yang membawa Eropa ke masa kejayaan. Kalau kita sedang meneliti, jangan berpikir bahwa kita adalah peneliti yang memulai segala sesuatu dari awal,” jelas Diana.

Menurut Diana, pemahaman terhadap penelitian terdahulu diperlukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pengetahuan dalam suatu bidang. “Jadi bagaimana kita digging literatur menjadi sangat penting untuk mengetahui body of knowledge kita sampai mana,” lanjutnya.

Dalam workshop ini, scoping review diperkenalkan sebagai pendekatan untuk mengidentifikasi cakupan, memetakan bukti ilmiah yang tersedia, serta memperjelas konsep-konsep kunci dalam suatu bidang kajian. Sementara itu, systematic literature review (SLR) dan meta-analysis memberikan pendekatan yang lebih mendalam untuk menjawab pertanyaan penelitian yang spesifik melalui sintesis kualitatif maupun analisis kuantitatif.

Selama empat hari, workshop memadukan sesi kuliah dan praktik. Materi dimulai dari pengantar dan penyusunan protokol scoping review, strategi pencarian artikel dalam basis data ilmiah, serta proses screening. Peserta kemudian mempelajari PRISMA flowchart dan ekstraksi informasi, yang dilanjutkan dengan praktik untuk menerapkan proses tersebut. Materi juga mencakup penyajian data dan penulisan hasil scoping review, masing-masing disertai sesi praktik.

Pada bagian SLR dan meta-analysis, peserta mendapatkan materi mengenai pengantar dan protokol SLR serta meta-analysis. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan critical appraisal, analisis data SLR, analisis data meta-analysis, serta penulisan hasil SLR. Tahapan tersebut juga diberikan dalam bentuk praktik agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi dapat menerapkan proses sintesis bukti secara langsung.

Salah satu pembahasan penting dalam workshop adalah perbedaan tujuan dan karakteristik scoping review dengan SLR. Anggi Lukman Wicaksana, S.Kep., Ns., MS., Ph.D., menjelaskan bahwa scoping review tidak mewajibkan risk of bias atau critical appraisal. Fokusnya lebih diarahkan pada pemetaan bukti dan pola penelitian yang telah tersedia dari current evidence pada suatu topik. “Scoping tidak wajib melakukan risk of bias atau critical appraisal. Fokusnya lebih ke mapping, melihat pola yang sudah ada dari current evidence dari topik tertentu,” jelas Anggi.

Sementara itu, SLR memiliki tuntutan metodologis yang berbeda. “Systematic harus ada critical appraisal dan ada sintesis finding,” ujar Anggi. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemilihan metode tinjauan literatur perlu disesuaikan dengan tujuan dan pertanyaan penelitian yang hendak dijawab.

Seluruh rangkaian workshop menghadirkan lima narasumber yang merupakan dosen UGM, yaitu Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D., Psikolog; Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Sc., Ph.D., Psikolog; Anggi Lukman Wicaksana, S.Kep., Ns., MS., Ph.D.; Satwika Rahapsari, S.Psi., M.A., Ph.D.; dan Muhammad Syairaji, S.K.M., M.P.H.

Diana Setiyawati membawakan materi pengantar dan protokol scoping review, strategi pencarian artikel dalam basis data ilmiah, serta screening. Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari membahas pengantar dan protokol SLR serta meta-analysis. Anggi Lukman Wicaksana menyampaikan materi penyajian data dan penulisan hasil scoping review. Satwika Rahapsari membawakan materi screening, PRISMA flowchart, ekstraksi informasi, critical appraisal, serta analisis data SLR. Sementara itu, Muhammad Syairaji memberikan materi mengenai analisis data meta-analysis serta penulisan hasil SLR. Dengan format pembelajaran yang memadukan kuliah dan praktik, peserta tidak hanya diperkenalkan pada konsep metodologi sintesis bukti, tetapi juga dilatih untuk menerapkannya mulai dari pencarian dan pemilihan literatur, ekstraksi informasi, penilaian bukti, analisis data, hingga penulisan hasil penelitian.

Bagi psikologi sebagai ilmu sekaligus bidang praktik profesional, kemampuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar pengetahuan dan layanan yang dikembangkan tetap berpijak pada bukti ilmiah. APA menekankan bahwa evidence-based practice in psychology bertujuan mendorong praktik psikologi yang efektif melalui penerapan prinsip-prinsip psikologis yang didukung secara empiris, dengan bukti penelitian terbaik sebagai salah satu komponen utamanya.

Melalui Workshop “Mastering Scoping & Systematic Literature Review”, CPMH Fakultas Psikologi UGM mendorong penguatan kapasitas peneliti dalam membaca perkembangan body of knowledge secara sistematis, mengidentifikasi research gap, serta menghasilkan sintesis bukti yang dapat menjadi landasan bagi pengembangan ilmu dan praktik psikologi. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan budaya penelitian yang kritis, transparan, dan berbasis bukti.

Tags: Scoping Review SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas Systematic Literature Review

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

  • Kesehatan Jiwa di Gunungkidul Jadi Perhatian, CPMH Fakultas Psikologi UGM Dorong Penguatan TPKJM
  • Film Harmoni: Healing Together Diputar di Italia, Angkat Kolaborasi Kesehatan Mental dan Agama
  • Judi Online di Lingkungan Kerja: Dampak Psikologis dan Pentingnya Deteksi Dini
  • CPMH UGM dan Dinkes Sleman Perkuat Edukasi Kesehatan Mental melalui Program P3LP di Pesantren
  • Bukan Hanya Psikolog dan Psikiater: Mengenal Peran Perawat dalam Layanan Kesehatan Mental
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-603
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
Email: cpmh@ugm.ac.id
Telepon: +62 274 550435 ext. 145
WhatsApp/sms: +62 8132 739 5698

Media Sosial:
Instagram: @cpmhugm

X: @cpmhugm
Facebook: CPMH Psikologi UGM
Threads: @cpmhugm
LinkedIn: Center for Public Mental Health UGM
YouTube: CPMH Psi UGM

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY