Kelompok usia 15–24 tahun menjadi kelompok dengan prevalensi depresi tertinggi di Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, yaitu sebesar 2 persen. Pada kelompok yang berstatus sebagai mahasiswa, proporsi depresi tercatat sebesar 2,1 persen. Data tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental pada masa transisi menuju dan selama menjalani pendidikan tinggi.
Merespons kebutuhan tersebut, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan paparan mengenai kesehatan mental bagi mahasiswa baru Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UGM. Kegiatan bertajuk “Bersahabat dengan Mental yang Sehat ala Mahasiswa Generasi Z” dilaksanakan pada Sabtu (19/9) di Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini diikuti oleh 89 mahasiswa baru Program Studi PWK UGM.
Materi disampaikan oleh Anggit Nursasmito, S.Psi., dari CPMH Fakultas Psikologi UGM. Mengangkat topik “Mental Health untuk Mahasiswa Gen Z”, sesi tersebut membahas literasi dasar kesehatan mental dan strategi menjaga kesehatan mental mahasiswa. “Sebelum sibuk memahami dunia di sekitar kita, mari belajar memahami ruang di dalam diri kita,” ujar Anggit.

Pembahasan kemudian diarahkan pada pemahaman mengenai faktor risiko dan faktor protektif dalam kesehatan mental. Faktor risiko merupakan kondisi, situasi, atau pengalaman yang dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap masalah kesehatan mental. Sementara itu, faktor protektif merupakan kondisi, sumber daya, atau kemampuan yang membantu seseorang menghadapi tekanan, menjaga kesejahteraan mental, serta mengurangi dampak negatif dari situasi sulit.
Selain mengenali faktor yang dapat memengaruhi kondisi mental, mahasiswa juga diajak memahami kapan kondisi kesehatan mental sedang tidak baik-baik saja dan pentingnya deteksi dini. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan hal-hal yang dapat dilakukan ketika menghadapi persoalan kesehatan mental, termasuk ketika menemukan teman yang sedang mengalami masalah kesehatan mental.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru PWK UGM memperoleh pengenalan mengenai literasi dasar kesehatan mental sekaligus strategi untuk menjaga kesehatan mental selama menjalani masa perkuliahan. Pemahaman mengenai faktor risiko, faktor protektif, deteksi dini, serta dukungan terhadap teman menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kesehatan mental di lingkungan kampus.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya CPMH dalam mendukung penguatan literasi kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi, khususnya bagi mahasiswa yang sedang memasuki fase baru dalam kehidupan akademik dan sosialnya.