• Tentang CPMH
  • Media
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • Kegiatan Lain
  • Tim CPMH UGM Bahas Kolaborasi Profesional Kesehatan Mental dan Penyembuh Berbasis Keagamaan di Sapienza University of Rome

Tim CPMH UGM Bahas Kolaborasi Profesional Kesehatan Mental dan Penyembuh Berbasis Keagamaan di Sapienza University of Rome

  • Kegiatan Lain, Rilis
  • 25 September 2026, 15.41
  • Oleh: Nurul Hidayati
  • 0

Kesehatan mental merupakan isu global yang membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada layanan klinis, tetapi juga mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan pengalaman hidup individu. World Health Organization (WHO) mencatat bahwa pada 2023 hampir 1,2 miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental, sementara sebagian besar belum memperoleh akses terhadap layanan yang efektif. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan sistem dukungan kesehatan mental yang dapat menjangkau kebutuhan individu dalam konteks kehidupan dan komunitasnya.

Dalam konteks tersebut, tiga dosen yang tergabung dalam tim Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, yaitu Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., dan Adelia Khrisna Putri, S.Psi., M.Sc., Ph.D., berpartisipasi sebagai narasumber dalam seminar internasional Pathways to Healing: Collaborations between Religion and Biomedicine: Case Studies in Tanzania, Indonesia and Italy. Kegiatan ini berlangsung pada 21–24 September 2026 di Sapienza University of Rome, Italia, sebagai bagian dari proyek Religion and Healing: Collaborative and Participatory Methodologies (RHEAL).

RHEAL merupakan proyek internasional yang didanai oleh Uni Eropa melalui program Marie Skłodowska-Curie Actions (MSCA). Proyek ini mempertemukan peneliti, profesional kesehatan, penyembuh berbasis agama dan tradisi, serta individu dengan pengalaman hidup terkait kondisi kesehatan mental untuk mengeksplorasi kemungkinan kolaborasi antarperspektif dalam praktik penyembuhan. Pendekatan yang digunakan mencakup antropologi, psikologi, psikiatri, sosiologi, seni kreatif, etnografi, dan metode partisipatoris.

Pada 22 September 2026, tim CPMH berkontribusi dalam sesi bertajuk “Healing Collaborations between Mental Health Professionals and Faith-Based Healers in Indonesia”. Sesi tersebut diketuai oleh Prof. Erminia Colucci dari Middlesex University yang juga merupakan adjunct professor Fakultas Psikologi UGM. Selain tim CPMH, sesi ini turut menghadirkan Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM, yang membahas perspektif psikologi Islam.

Diana Setiyawati, Wulan Nur Jatmika, dan Erminia Colucci memaparkan proyek Together for Mental Health: Harmony Healing Together, sebuah riset internasional yang melibatkan tim peneliti dari Indonesia, Ghana, dan Inggris. Proyek ini mengeksplorasi bagaimana tenaga kesehatan mental dapat berkolaborasi dengan penyembuh tradisional dan berbasis keagamaan untuk meningkatkan dukungan kesehatan mental sekaligus mencegah potensi pelanggaran hak asasi manusia. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan interdisipliner dan metode etnografis serta visual untuk memahami pengalaman dan praktik kolaborasi dalam konteks layanan kesehatan mental yang beragam.

Salah satu luaran penting dari Together for Mental Health adalah film dokumenter Harmoni: Healing Together yang disutradarai oleh Erminia Colucci. Film ini mendokumentasikan praktik kolaborasi antara tenaga kesehatan mental dan penyembuh berbasis agama atau tradisi di tiga wilayah di Indonesia, yaitu Jawa, Bali, dan Flores. Melalui pendekatan visual, film tersebut memperlihatkan bagaimana perspektif medis dan spiritual dapat hadir secara berdampingan dalam proses memahami dan merespons pengalaman terkait kesehatan mental.

Film Harmoni: Healing Together menjadi bagian penting dari pendekatan visual dalam proyek tersebut. Selain mendokumentasikan pengalaman dan praktik kolaborasi, film ini menjadi sarana untuk menghadirkan pengalaman orang dengan pengalaman hidup terkait kondisi kesehatan mental serta memperlihatkan dinamika hubungan antara keluarga, tenaga kesehatan, dan penyembuh dalam konteks budaya yang berbeda. Ini juga menunjukkan bahwa Together for Mental Health menghasilkan film etnografis sebagai bagian dari upaya memahami bagaimana berbagai sistem penyembuhan dapat membangun kerja sama untuk meningkatkan layanan dan mencegah pelanggaran hak asasi manusia.

Kontribusi lain disampaikan oleh Adelia Khrisna Putri melalui pemaparan Exploration of Self-Healing in Suicide Bereavement: Lived Experiences and Postvention Resource Development in the Indonesian Context. Riset tersebut berangkat dari pengalaman penyintas kehilangan akibat bunuh diri di Indonesia dan mengeksplorasi proses self-healing serta dukungan yang dibutuhkan dalam proses pemulihan.

Salah satu luaran penting dari penelitian tersebut adalah Healing after Loss, sebuah buku panduan postvention yang dikembangkan melalui pendekatan community-based participatory research dengan melibatkan penyintas kehilangan akibat bunuh diri, profesional kesehatan mental, akademisi, dan pemuka agama. Buku panduan ini dirancang untuk memberikan dukungan yang relevan dengan pengalaman dan konteks budaya penyintas di Indonesia.

Kehadiran tim CPMH dalam seminar internasional ini menunjukkan kontribusi Fakultas Psikologi UGM dalam pengembangan riset kesehatan mental yang menghubungkan perspektif psikologi dengan konteks budaya, agama, dan pengalaman hidup masyarakat. Melalui riset, film dokumenter, serta pengembangan buku panduan, kontribusi tersebut menunjukkan bagaimana pengetahuan akademik dapat diterjemahkan ke dalam luaran yang dapat digunakan untuk memperluas pemahaman dan mendukung praktik kesehatan mental yang lebih kontekstual.

Rangkaian Pathways to Healing di Sapienza University of Rome mempertemukan peneliti internasional untuk membahas hubungan antara biomedis, agama, spiritualitas, dan praktik penyembuhan tradisional melalui studi kasus Tanzania, Indonesia, dan Italia. Keterlibatan tim CPMH dalam agenda tersebut menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan lintas negara sekaligus membawa pengalaman riset dari Indonesia ke dalam diskusi global mengenai kolaborasi dalam kesehatan mental.

Melalui keterlibatan dalam RHEAL dan jejaring riset internasional yang telah dibangun sebelumnya, CPMH terus berkontribusi dalam pengembangan pendekatan kesehatan mental yang mempertimbangkan konteks budaya, keberagaman sistem pengetahuan, serta pengalaman hidup masyarakat.

Tags: Healing after Loss Religion and Healing RHEAL SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas Together in Mental Health

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

  • Membangun Keluarga Tangguh melalui Relasi yang Aman dan Saling Mendukung
  • Tim CPMH UGM Bahas Kolaborasi Profesional Kesehatan Mental dan Penyembuh Berbasis Keagamaan di Sapienza University of Rome
  • Melampaui Prestasi Akademik, CPMH Dorong Pengasuhan yang Mendukung Ketangguhan Anak
  • CPMH Bekali Mahasiswa Baru PWK UGM dengan Literasi Dasar Kesehatan Mental
  • Optimalisasi Kemampuan Menulis bagi Para Mahasiswa, CPMH Adakan Pelatihan Internal
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-610
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
cpmh.psikologi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 100

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY