Kesehatan mental menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kinerja di lingkungan kerja. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun sebanyak 12 miliar hari kerja hilang akibat depresi dan kecemasan, dengan kerugian ekonomi global mencapai US$1 triliun karena menurunnya produktivitas. WHO juga menegaskan bahwa lingkungan kerja yang sehat secara psikologis berperan penting dalam meningkatkan performa, mempertahankan produktivitas, serta mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kesejahteraan psikologis aparatur negara, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada berpartisipasi sebagai narasumber dalam seminar bertajuk “Penguatan Integritas dan Profesionalisme Pegawai Imigrasi Menuju Pelayanan Publik Prima: Sehat Mental, Kinerja Optimal” yang diselenggarakan oleh Kantor Imigrasi Kelas I TPI Yogyakarta pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 pegawai dan menghadirkan Wirdatul Anisa, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber dari CPMH.
Dalam paparannya, Wirdatul mengajak peserta memahami bahwa tekanan kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan profesional. Oleh karena itu, kemampuan mengenali dan mengelola stres menjadi salah satu keterampilan penting untuk menjaga kualitas kinerja sekaligus mempertahankan integritas dalam menjalankan tugas.
Materi yang disampaikan mencakup pemahaman mengenai stres kerja, berbagai faktor penyebabnya, tanda dan indikator ketika stres telah berada pada tingkat yang berlebihan, hubungan antara kesehatan mental dengan integritas dalam bekerja, serta berbagai strategi praktis untuk menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan pekerjaan. Peserta juga diajak mengenali pentingnya membangun kebiasaan sehat, memperkuat dukungan sosial, serta melakukan evaluasi diri secara berkala agar mampu menghadapi tantangan kerja secara adaptif.
Dalam kesempatan tersebut, Wirdatul menegaskan bahwa menjaga kesehatan mental bukan berarti menghilangkan seluruh tekanan dalam pekerjaan, melainkan membangun kapasitas untuk merespons tekanan secara sehat dan profesional. “Memelihara kesehatan mental bukan berarti dengan menghindari tekanan. Sebaliknya, kondisi mental yang sehat justru membekali kita dengan kemampuan untuk menangani tekanan secara profesional,” ujar Wirdatul Anisa, M.Psi., Psikolog.
Melalui kegiatan ini, CPMH berharap semakin banyak institusi yang menjadikan kesehatan mental sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan kesehatan mental yang terjaga, pegawai tidak hanya mampu bekerja secara optimal, tetapi juga mempertahankan profesionalisme, integritas, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.
Penulis: Nurul Hidayati