Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan rangkaian Kuliah Online (Kulon) melalui kegiatan Kuliah Online #75: “From Risk to Resilience: Healing not Hiding” pada Jumat (26/6) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta dari berbagai latar belakang dan menjadi ruang belajar bersama untuk memahami dinamika stres dalam kehidupan sehari-hari hingga bagaimana individu dapat membangun ketangguhan psikologis dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Kulon kali ini merupakan penyelenggaraan Kuliah Online CPMH yang ke-75.
Hadir sebagai narasumber, Ratna Yunita Setiyani Subardjo, M.Psi., Ph.D., Psikolog, seorang psikolog klinis dan akademisi, dengan dimoderatori oleh Marsha Prifirani, S.Psi.
Dalam pemaparannya, Ratna mengajak peserta untuk melihat bahwa pengalaman stres merupakan bagian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, apabila tidak dikenali dan dikelola dengan tepat, stres dapat berkembang menjadi permasalahan kesehatan mental yang lebih kompleks.
Melalui sesi ini, peserta diajak untuk mencapai tiga tujuan utama, yaitu mengenali risiko dan faktor risiko yang dimiliki, memahami teori psikologi yang berkaitan, serta membangun ketangguhan atau resiliensi melalui langkah-langkah yang nyata dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu pembahasan penting dalam sesi ini adalah mengenai perbedaan antara strategi koping yang sehat dan tidak sehat. Narasumber menjelaskan bahwa koping sehat dapat dilakukan melalui aktivitas seperti olahraga dan gerak tubuh, berbagi cerita dengan orang yang dipercaya, menyalurkan diri melalui hobi dan kreativitas, menjaga kualitas istirahat, serta melakukan meditasi maupun latihan napas dalam.
Sebaliknya, terdapat beberapa bentuk koping yang perlu diwaspadai karena justru dapat memperburuk kondisi psikologis, seperti menarik diri dari lingkungan sosial, bergantung pada substansi berbahaya, menyakiti diri sendiri, atau terus-menerus menghindari masalah tanpa upaya penyelesaian.
Narasumber juga menyoroti kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain yang sering kali menjadi sumber tekanan psikologis tanpa disadari. “Terkadang kita sering lupa kalau sering membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, tanpa melihat proses yang dialami oleh orang lain. Hal ini jika terus dilanjutkan dapat berdampak stres terhadap diri kita,” ungkap Ratna.
Melalui penyelenggaraan Kuliah Online ini, CPMH berharap peserta dapat semakin memahami faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mental, mengenali respons diri terhadap tekanan, serta mulai membangun resiliensi melalui langkah-langkah sederhana namun bermakna. Sejalan dengan tema Healing not Hiding, proses pemulihan dimulai bukan dengan menyembunyikan pengalaman sulit, tetapi dengan memahami, menerima, dan secara aktif mencari cara yang sehat untuk bertumbuh.
Penulis: Nurul Hidayati