Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkesempatan berkolaborasi dengan Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta dalam penyelenggaraan Seminar Edukasi Seksualitas bertajuk “Puberty, Identity, and Healthy Boundaries” pada Rabu (24/6).
Kegiatan ini diikuti oleh total 722 santri, yang terdiri dari 375 santri tingkat SMP dan 347 santri tingkat SMA. Seminar diselenggarakan sebagai ruang edukasi untuk membantu santri memahami perubahan yang terjadi pada masa pubertas, mengenali identitas diri secara sehat, serta membangun batasan yang positif dalam proses tumbuh kembang remaja.
Dalam pelaksanaannya, seminar dibagi menjadi dua kelas sesuai jenjang pendidikan. Untuk santri tingkat SMP, sesi dibawakan oleh Muhammad Zaki Afif Zainurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sementara sesi untuk santri tingkat SMA disampaikan oleh Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi., Psikolog.
Pada kelas santri SMP, Zaki mengajak peserta untuk memahami masa pubertas sebagai fase perkembangan yang normal dan penting untuk dikenali sejak dini. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan tanda-tanda pubertas, perubahan yang terjadi selama masa remaja, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menyikapi perubahan tersebut secara sehat dan bertanggung jawab.
Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya kemampuan mengelola dorongan dan menjaga perilaku sehari-hari agar tetap sejalan dengan nilai-nilai yang diyakini. Dalam sesi tersebut, Zaki menyampaikan pesan kepada para santri untuk membangun kebiasaan yang mendukung perkembangan diri secara positif. “Jangan dekati pornografi,” pesannya kepada peserta sebagai bagian dari upaya menjaga diri dan membangun kontrol diri selama masa remaja. Ia juga mendorong para santri untuk terus mengembangkan potensi diri agar dapat menjadi santri yang unggul dan berdaya.

Sementara itu, pada kelas santri SMA, Nurul Kusuma Hidayati menyoroti pentingnya memahami perubahan diri di masa remaja dalam kaitannya dengan pengambilan keputusan dan perencanaan masa depan. Materi yang disampaikan menekankan bahwa pubertas dan munculnya dorongan seksual merupakan bagian dari perkembangan manusia yang perlu dipahami dan dikelola secara sehat.
Nurul mengajak para santri untuk membangun kesadaran akan pentingnya menjaga diri, menjaga marwah, serta menata masa depan melalui pilihan-pilihan yang bertanggung jawab. Dalam sesinya, ia menyampaikan, “Setiap laki-laki akan mengalami pubertas dan memiliki dorongan seksual. Tapi tidak semua laki-laki mampu mengelolanya.”
Melalui seminar ini, CPMH berharap edukasi seksualitas dapat menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan mental remaja. Dengan pemahaman yang tepat mengenai pubertas, identitas diri, serta batasan yang sehat, remaja diharapkan mampu bertumbuh menjadi individu yang lebih sadar diri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tahapan perkembangan berikutnya.
Penulis: Nurul Hidayati