Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berkontribusi dalam penguatan upaya pencegahan bunuh diri melalui kegiatan Bimbingan Teknis Kalurahan Siaga Sehat Jiwa yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Kegiatan dilaksanakan dalam dua kesempatan, yaitu pada Selasa (23/6) di Kapanewon Berbah dan Kamis (25/6) di Kapanewon Pakem.
Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pencegahan bunuh diri di wilayah Kabupaten Sleman. Meskipun berbagai upaya promotif dan preventif telah dilakukan sebelumnya, peningkatan angka bunuh diri dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan perlunya penguatan kapasitas masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat komunitas agar dapat merespons situasi secara lebih dini dan terkoordinasi.
Peserta kegiatan terdiri dari berbagai unsur yang memiliki peran penting di masyarakat, antara lain kepala dukuh, kader, Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta para kamitua. Keterlibatan berbagai elemen ini diharapkan dapat memperkuat jejaring dukungan sosial dan memperluas kemampuan deteksi serta respons awal terhadap individu yang membutuhkan bantuan.
Pada pelaksanaan di Kapanewon Berbah, materi disampaikan oleh Wirdatul Annisa, M.Psi., Psikolog, sedangkan sesi di Kapanewon Pakem dibawakan oleh Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi., Psikolog dari CPMH Fakultas Psikologi UGM.

Dalam pemaparannya, Wirdatul menjelaskan bahwa upaya pencegahan dan penanganan bunuh diri memerlukan pendekatan yang berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak. Materi yang disampaikan mencakup deteksi tanda-tanda orang dengan kondisi berisiko bunuh diri, pemberian pertolongan pertama, hingga postvention sebagai bentuk dukungan setelah peristiwa terjadi.
“Pencegahan dan penanganan upaya bunuh diri terdiri dari deteksi tanda-tanda Orang dengan Kecenderungan Bunuh Diri (OKBD), pertolongan pertama, dan postvention,” jelas Wirdatul.
Melalui sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kemampuan untuk mencegah dan memberikan pertolongan awal bukan hanya dimiliki oleh tenaga profesional, tetapi juga dapat dilakukan oleh masyarakat dengan bekal pengetahuan dan kepedulian yang tepat. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang memiliki karakter kolektif dan kedekatan sosial yang kuat, hal tersebut menjadi modal penting untuk membangun lingkungan yang lebih suportif.
Pesan utama yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah bahwa pencegahan bunuh diri merupakan tanggung jawab bersama. Dengan meningkatkan sensitivitas terhadap perubahan perilaku, membangun komunikasi yang aman, serta menghubungkan individu dengan bantuan yang sesuai, masyarakat dapat berperan aktif dalam menciptakan sistem dukungan yang lebih kuat.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, CPMH berharap penguatan kapasitas komunitas melalui program Kalurahan Siaga Sehat Jiwa dapat menjadi langkah nyata dalam memperluas upaya promotif dan preventif kesehatan mental serta memperkuat budaya saling peduli di tengah masyarakat.
Penulis: Nurul Hidayati