• Tentang CPMH
  • Media
  • Latest News
  • Ranah Keluarga
  • Ranah Sekolah
  • Ranah Komunitas
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • Kegiatan Lain
  • Mahasiswa Generasi Z Berbeda, Bagaimana Dosen Perlu Beradaptasi?

Mahasiswa Generasi Z Berbeda, Bagaimana Dosen Perlu Beradaptasi?

  • Kegiatan Lain, Pengabdian Kepada Masyarakat, Rilis
  • 28 July 2026, 13.19
  • Oleh: Nurul Hidayati
  • 0

Generasi Z kini menjadi kelompok usia yang mendominasi lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 27,94% penduduk Indonesia merupakan Generasi Z, yaitu mereka yang lahir pada periode 1997–2012. Sebagai generasi yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, mereka memiliki karakteristik, gaya belajar, serta pola komunikasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi ini mendorong pendidik untuk terus mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif agar proses belajar tetap efektif sekaligus mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa.

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas dosen dalam menghadapi dinamika tersebut, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Half-day Seminar bertajuk “Strategi Efektif Menghadapi dan Mendidik Mahasiswa Generasi Z” pada Senin, 27 Juli 2026. Seminar yang diikuti oleh 16 dosen ini menghadirkan Wirdatul Anisa, M.Psi., Psikolog dari Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Wirdatul menjelaskan bahwa mahasiswa Generasi Z merupakan digital native yang sejak kecil telah terbiasa hidup berdampingan dengan teknologi. Karakteristik tersebut menjadi kekuatan karena mereka mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan digital, namun juga menghadirkan tantangan tersendiri. Mahasiswa Generasi Z cenderung mengharapkan umpan balik yang cepat, lebih mudah terdistraksi oleh berbagai informasi, serta lebih responsif terhadap pembelajaran yang relevan, aktif, dan bermakna. Selain itu, mereka umumnya bersikap realistis, pragmatis, peduli terhadap keberagaman dan isu sosial, serta menyukai pengalaman belajar yang personal, fleksibel, dan memberikan kesempatan untuk praktik secara langsung.

Untuk menjawab karakteristik tersebut, Wirdatul memaparkan berbagai strategi pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas. Salah satunya adalah memulai pembelajaran dengan menjelaskan alasan atau tujuan suatu materi (start with why), sehingga mahasiswa memahami makna dari apa yang dipelajari, bukan sekadar mengetahui materi yang harus dikuasai. Ia juga memperkenalkan metode chunking untuk menyampaikan materi dalam bagian-bagian yang lebih mudah dipahami, serta mendorong penerapan active learning, problem-based learning, dan project-based learning agar mahasiswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan teknologi secara tepat juga menjadi salah satu strategi yang dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa di kelas.

Selain strategi pembelajaran, Wirdatul menekankan pentingnya komunikasi yang efektif antara dosen dan mahasiswa. Menurutnya, dosen perlu membangun psychological safety agar mahasiswa merasa aman untuk bertanya, menyampaikan pendapat, maupun melakukan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar. Komunikasi juga perlu diawali dengan menjelaskan alasan di balik suatu aturan atau tugas, menyampaikan ekspektasi pembelajaran secara jelas, mendengarkan mahasiswa sebelum memberikan solusi maupun penilaian, serta membangun komunikasi dua arah yang mendorong partisipasi aktif.

Di samping itu, Wirdatul mengingatkan bahwa kedekatan dengan mahasiswa tetap harus diimbangi dengan profesionalisme sebagai pendidik. “Batas profesional adalah tetap konsisten terhadap aturan akademik, standar penilaian, etika komunikasi, dan peran sebagai pendidik,” ujar Wirdatul.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan refleksi dari para peserta mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mendampingi mahasiswa Generasi Z. Melalui forum ini, para dosen memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi pendekatan pembelajaran dan komunikasi yang lebih sesuai dengan karakteristik mahasiswa masa kini tanpa mengesampingkan kualitas akademik.

Sejalan dengan besarnya proporsi Generasi Z dalam populasi Indonesia, CPMH memandang bahwa pemahaman terhadap karakteristik generasi ini merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. Melalui strategi pembelajaran yang adaptif serta komunikasi yang empatik dan efektif, dosen dapat membangun hubungan belajar yang lebih bermakna sehingga mahasiswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga merasa didengar, dihargai, dan mampu mencapai potensi terbaiknya.

Tags: Generasi Z SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Berita Terbaru

  • Perkuat Kapasitas Guru BK dalam Memberikan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis, CPMH Berkontribusi dalam Orientasi Nasional P3LP
  • Mahasiswa Generasi Z Berbeda, Bagaimana Dosen Perlu Beradaptasi?
  • Menjadi Tempat Aman bagi Remaja Berawal dari Cara Kita Mendengarkan
  • Mindspiration #2: Memahami Gangguan Bipolar dan Pentingnya Dukungan bagi Penyintas
  • Mempersiapkan Mahasiswa sebagai Penolong Pertama melalui Pelatihan Psychological First Aid
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-610
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
cpmh.psikologi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 100

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY