• Tentang CPMH
  • Media
  • Latest News
  • Ranah Keluarga
  • Ranah Sekolah
  • Ranah Komunitas
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • Advokasi
  • CPMH Psikologi UGM Dukung Penguatan Gerakan Kesehatan Mental Remaja dan Inklusi Sosial di DIY

CPMH Psikologi UGM Dukung Penguatan Gerakan Kesehatan Mental Remaja dan Inklusi Sosial di DIY

  • Advokasi, Pengabdian Kepada Masyarakat, Rilis
  • 20 May 2026, 11.40
  • Oleh: admin
  • 0

Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada turut mendukung penguatan gerakan kesehatan mental remaja dan inklusi sosial melalui rangkaian Youth Mental Health Summit DIY 2026 yang berlangsung pada 16–17 Mei 2026 di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Depan Fest 2026 yang menghadirkan berbagai program berbasis partisipasi remaja dan kesehatan mental.

Youth Mental Health Summit 2026 diselenggarakan melalui kolaborasi bersama Disdikpora DIY dan Forum Komunikasi Pengurus OSIS (FKPO) DIY. Dalam kegiatan ini, remaja dilibatkan secara aktif melalui dua program utama, yaitu pelatihan Peer Counselor se-DIY dan gerakan voluterisme SHINE (Spirit of Hope, Inclusion, and Nurturing Equality).

Keterlibatan individu dalam kegiatan sosial dan kontribusi terhadap masyarakat merupakan salah satu indikator kesehatan mental menurut World Health Organization (WHO). Oleh karena itu, kedua program ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi remaja untuk tidak hanya belajar mengenai kesehatan mental, tetapi juga berpartisipasi secara nyata dalam menciptakan lingkungan sosial yang lebih suportif dan inklusif.

Acara pembukaan Youth Mental Health Summit 2026 turut mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Perwakilan Wali Kota Yogyakarta, dr. Lana Unwanah, hadir membacakan sambutan Wali Kota Yogyakarta sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan kesehatan mental remaja dan pemberdayaan sosial di DIY. Sementara itu, prosesi pelantikan Peer Counselor DIY juga dihadiri oleh Kepala Bidang SMA Disdikpora DIY, Tukiman, S.Pd., M.T.

Dalam program Peer Counselor se-DIY, CPMH sebelumnya turut membantu proses advokasi kepada Disdikpora DIY terkait pengembangan program dukungan sebaya di sekolah. Program tersebut kemudian dikembangkan bersama FKPO DIY menjadi gerakan lintas sekolah yang melibatkan pelajar SMP dan SMA dari berbagai wilayah di DIY.

Gerakan peer counselor ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap inisiatif Whole School Approach atau pendekatan kesehatan mental berbasis sekolah melalui program “Sekolah Sejahtera” yang diinisiasi CPMH Fakultas Psikologi UGM bersama Disdikpora DIY.

Sebanyak 125 pelajar resmi dilantik sebagai peer counselor setelah mengikuti pelatihan mengenai active listening, empati, komunikasi efektif, etika pendampingan sebaya, serta prinsip pertolongan pertama psikologis melalui pendekatan Look, Listen, Link. Dalam pelaksanaannya, CPMH berperan memberikan supervisi terhadap jalannya program dan pendampingan bagi para volunter remaja.

Dalam forum pelantikan tersebut, Direktur CPMH, Diana Setiyawati, MHSc.Psy., Ph.D., Psikolog, mengingatkan para konselor sebaya mengenai esensi dari peran mereka sebagai pendamping. “Konseli yang paling tahu kondisi dan apa solusi terbaik bagi dirinya. Ia menekankan bahwa peer counselor hadir untuk mendengarkan, memahami, dan menjadi ruang aman bagi sesama remaja, bukan untuk menghakimi ataupun memaksakan solusi.

Selain penguatan dukungan sebaya di sekolah, Youth Mental Health Summit 2026 juga menghadirkan program SHINE yang berfokus pada pendampingan keluarga penyandang disabilitas. Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama FKPO DIY dan Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP).

Melalui program SHINE, sebanyak 130 volunter remaja dipersiapkan untuk mendampingi keluarga penyandang disabilitas sekaligus membangun lingkungan yang lebih inklusif. CPMH turut memberikan supervisi dalam pelaksanaan program tersebut. Hingga saat ini, lebih dari 300 keluarga telah tergabung dalam jejaring pendampingan bersama WKCP dan para relawan.

Melalui kedua program ini, remaja diajak untuk terlibat langsung dalam gerakan sosial, membangun empati, serta menjadi bagian dari sistem dukungan di masyarakat. Kolaborasi antara CPMH, Disdikpora DIY, FKPO DIY, dan berbagai komunitas masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat gerakan kesehatan mental berbasis komunitas di DIY.

CPMH juga berharap inisiatif serupa dapat turut dikembangkan di berbagai daerah lain di Indonesia. Dukungan pemerintah daerah, sekolah, komunitas, dan organisasi kepemudaan dinilai penting untuk membuka lebih banyak ruang partisipasi sehat bagi remaja, sehingga mereka dapat tumbuh sebagai individu yang tidak hanya sehat secara mental, tetapi juga mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.

Penulis: Nurul Hidayati

Tags: CPMH kesehatan mental psikologi ugm SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs Whole School Approach Youth Mental Health Summit 2026

Berita Terbaru

  • Mempersiapkan Mahasiswa sebagai Penolong Pertama melalui Pelatihan Psychological First Aid
  • Mengenal Diri sebagai Langkah Awal Menjaga Kesehatan Mental Remaja
  • CPMH UGM Edukasi Remaja Bijak Menggunakan Gadget
  • CPMH UGM Edukasi Remaja Menghadapi Tekanan Secara Sehat
  • Bipolar dan Aku: Menjalani Hidup di Antara Dua Kutub
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-610
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
cpmh.psikologi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 100

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY