• Tentang CPMH
  • Media
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • Pengabdian Kepada Masyarakat
  • CPMH Bekali Mahasiswa sebagai Safe Adult dan First Aider melalui Pelatihan PFA

CPMH Bekali Mahasiswa sebagai Safe Adult dan First Aider melalui Pelatihan PFA

  • Pengabdian Kepada Masyarakat, Rilis
  • 10 September 2026, 13.43
  • Oleh: Nurul Hidayati
  • 0

Sekitar satu dari enam orang di dunia mengalami kesepian, dengan angka yang lebih tinggi pada kelompok anak muda, yaitu sekitar satu dari lima orang. World Health Organization (WHO) menekankan bahwa keterhubungan sosial memiliki peran penting bagi kesehatan dan kesejahteraan, sementara kesepian dan keterasingan sosial dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk depresi dan kecemasan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya keberadaan lingkungan dan jejaring dukungan yang mampu membuat seseorang merasa didengar, terhubung, dan tidak menghadapi masalah seorang diri.

Kebutuhan akan dukungan psikologis di lingkungan mahasiswa menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar dalam memberikan dukungan awal, Center for Public Mental Health (CPMH), Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), memberikan materi Pendekatan Psikologis atau Psychological First Aid (PFA) dalam rangkaian Penerimaan Anggota Baru (PAB) Unit Kesehatan Mahasiswa (Ukesma) UGM 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (4/9/2026) di Fakultas Kehutanan UGM tersebut merupakan bagian dari Diklat Ruang (Dikru) dalam rangkaian PAB Ukesma UGM 2026. Materi PFA disampaikan secara langsung oleh Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi., Psikolog, dari CPMH kepada peserta melalui metode presentasi dan roleplay.

Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan pada PFA sebagai bentuk dukungan awal bagi individu yang sedang mengalami tekanan atau krisis. PFA bertujuan membantu mengurangi distress, memenuhi kebutuhan dasar akan rasa aman, mencegah memburuknya kondisi psikologis sebelum mendapatkan penanganan lanjutan, serta menguatkan fungsi adaptif dan promosi kesehatan mental. CPMH juga menekankan bahwa first aider bukanlah terapis. Perannya adalah menjadi kontak psikologis pertama bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya dengan melakukan deteksi dini, memberikan respons yang tepat, dan mengarahkan individu kepada bantuan yang sesuai.

Dalam memberikan dukungan, kemampuan untuk tetap tenang menjadi salah satu hal penting yang ditekankan kepada peserta. “Kunci utamanya, bersikap tenang,” menjadi salah satu pesan utama dalam materi PFA yang disampaikan kepada peserta. Peserta kemudian mempraktikkan prinsip Look, Listen, Link. Look dilakukan dengan memperhatikan kondisi dan keamanan individu, Listen dengan mendengarkan kebutuhan dan kekhawatiran tanpa memaksa seseorang untuk bercerita, sedangkan Link dilakukan dengan membantu individu terhubung dengan orang yang dipercaya, informasi, layanan, atau sumber dukungan lainnya.

Sesi roleplay memberi kesempatan bagi peserta untuk mempraktikkan cara memulai kontak, menanyakan kebutuhan, membantu individu merasa tenang, serta mendengarkan secara aktif. Dalam materi juga ditekankan prinsip “Talk Less, Listen More” sebagai bagian dari keterampilan mendengarkan aktif.
Selain keterampilan memberikan dukungan, peserta juga dibekali pemahaman mengenai batasan peran first aider. Bantuan perlu dirujuk ketika kebutuhan individu berada di luar kompetensi penolong, terdapat keterbatasan kemampuan untuk membantu, atau individu menunjukkan tanda-tanda membutuhkan pertolongan profesional.

Melalui kegiatan ini, CPMH mendorong mahasiswa untuk tidak hanya memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental, tetapi juga keterampilan dasar untuk memberikan dukungan secara aman dan tepat. Pembekalan PFA diharapkan dapat membantu mahasiswa Ukesma menjalankan perannya sebagai safe adult dan first aider yang mampu hadir, mendengarkan, serta menghubungkan individu dengan bantuan yang sesuai ketika dibutuhkan.

Kegiatan PFA dalam rangkaian PAB Ukesma UGM 2026 menjadi salah satu langkah untuk membangun lingkungan kampus yang lebih responsif terhadap kebutuhan kesehatan mental. Dengan kemampuan mengenali kebutuhan, memberikan dukungan awal, dan memahami kapan harus merujuk, mahasiswa dapat turut menciptakan lingkungan yang lebih aman dan suportif bagi sesama mahasiswa.

Tags: SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Berita Terbaru

  • CPMH Bekali Mahasiswa sebagai Safe Adult dan First Aider melalui Pelatihan PFA
  • ISCP 2026: Belajar dari Budaya dan Kebijakan untuk Memperkuat Keluarga
  • Advokasi Berbasis Bukti Didorong untuk Memperkuat Upaya Kesehatan Mental di Indonesia
  • Individu yang Kuat Bermula dari Keluarga yang Sehat
  • CPMH Psikologi UGM Membicarakan Pengasuhan Anak di Tengah Perubahan Budaya Digital
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-610
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
cpmh.psikologi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 100

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY