• Tentang CPMH
  • Media
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Psikologi
Center for Public Mental Health
  • TENTANG KAMI
    • TENTANG CPMH
    • Visi dan Misi
    • LANGKAH GERAK
    • MITRA
    • Tim Kami
  • AKTIVITAS
    • Advokasi
    • Kuliah Online (Kulon)
    • Mindtenance
    • Mindspiration
    • LAIN-LAIN
  • SUMMER COURSE
    • 2026
    • 2025
    • 2024
    • 2023
    • 2017-2022
  • ARTIKEL PSIKOEDUKASI
  • E-LIBRARY
  • Beranda
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • SDG 4: Pendidikan Berkualitas
  • page. 4
Arsip:

SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Apa yang Membentuk Keluarga di Asia? CPMH UGM Hadirkan Pakar Psikologi Keluarga dari The Chinese University of Hong Kong dalam ISCP 2026

Rilis Wednesday, 26 August 2026

Setiap keluarga tumbuh dalam konteks budaya yang berbeda. Nilai, tradisi, agama, serta pandangan mengenai peran orang tua dan anak turut membentuk bagaimana pengasuhan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan tersebut juga terlihat antara masyarakat Asia dan Barat. Dalam masyarakat yang dikategorikan sebagai WEIRD (Western, Educated, Industrialised, Rich, Democratic), misalnya, nilai individualisme cenderung lebih ditekankan. Sementara itu, masyarakat Asia, seperti Tiongkok, lebih banyak menanamkan nilai-nilai kolektivisme dan kehidupan bersama dalam pengasuhan anak. Temuan He et al. (2021) menunjukkan bahwa perbedaan nilai budaya tersebut turut membentuk kognisi dan praktik pengasuhan orang tua. read more

Dari Rumah Menjadi Rumah yang Aman: CPMH Bahas Peran Keluarga dalam Kesehatan Mental melalui ISCP 2026

Berita CPMHRilis Tuesday, 25 August 2026

Di balik dinding rumah yang tampak hangat, krisis kesehatan mental dapat menjadi beban tak kasatmata yang dirasakan bersama oleh anak, remaja, hingga orang tua. Laporan The State of the World’s Children 2021: On My Mind yang diterbitkan UNICEF pada 2021 menunjukkan bahwa satu dari tujuh remaja di dunia hidup dengan gangguan emosional. Pada usia tersebut, sebagian besar remaja masih tinggal bersama keluarga, yang idealnya menjadi tempat aman untuk pulang, bertumbuh, dan memperoleh dukungan. Karena itu, keluarga sebagai kelompok sosial pertama tempat individu bernaung memiliki peran penting dalam membentuk dan menjaga kesehatan mental setiap anggotanya. read more

Bukan Sekadar Anak Hebat: Pentingnya Orang Tua sebagai Ruang Tumbuh Anak

Kuliah OnlineRilis Wednesday, 19 August 2026

Pentingnya pengasuhan yang baik tercermin dalam data UNICEF yang menunjukkan bahwa sekitar empat dari sepuluh anak usia 2–4 tahun di dunia belum mendapatkan interaksi responsif atau stimulasi yang cukup di rumah. Selain itu, lebih dari 80 juta anak usia 2–4 tahun, atau sekitar satu dari lima anak secara global, tidak bermain bersama pengasuhnya di rumah. Padahal, interaksi melalui bermain, berkomunikasi, dan memberikan respons terhadap kebutuhan anak merupakan bagian penting dalam mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Hal ini sejalan dengan rekomendasi WHO yang menekankan pentingnya responsive caregiving, yaitu kemampuan orang tua atau pengasuh untuk memahami dan merespons kebutuhan anak secara tepat. read more

CPMH Fakultas Psikologi UGM Bekali Volunter untuk Mendampingi Keluarga dengan Anak Cerebral Palsy

Kegiatan LainPengabdian Kepada Masyarakat Monday, 10 August 2026

Cerebral palsy (CP) merupakan salah satu kondisi yang dapat memengaruhi perkembangan gerak, postur, komunikasi, hingga aktivitas sehari-hari anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan prevalensi cerebral palsy secara global berada pada kisaran 1,5 hingga lebih dari 4 kasus per 1.000 kelahiran hidup, dengan angka keseluruhan sekitar 2 kasus per 1.000 kelahiran hidup. Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang pernah dilaporkan menunjukkan prevalensi cerebral palsy sebesar 0,09% pada anak usia 24–59 bulan. Meskipun demikian, data mengenai cerebral palsy di Indonesia masih terbatas sehingga dukungan yang melibatkan keluarga dan lingkungan sosial menjadi penting untuk membantu anak berkembang sesuai dengan potensi dan kebutuhannya. read more

Perkuat Kapasitas Guru BK dalam Memberikan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis, CPMH Berkontribusi dalam Orientasi Nasional P3LP

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Wednesday, 29 July 2026

Sekolah memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan mental peserta didik karena menjadi lingkungan tempat mereka belajar, berkembang, dan berinteraksi setiap hari. UNESCO melalui Global Status Report on School Health and Nutrition 2025 menekankan bahwa sekolah perlu menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung kesejahteraan peserta didik melalui kolaborasi seluruh warga sekolah, keluarga, dan komunitas. Oleh karena itu, penguatan kapasitas tenaga pendidik, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK), menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun sistem dukungan kesehatan mental di sekolah. read more

Mahasiswa Generasi Z Berbeda, Bagaimana Dosen Perlu Beradaptasi?

Kegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Tuesday, 28 July 2026

Generasi Z kini menjadi kelompok usia yang mendominasi lingkungan perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 27,94% penduduk Indonesia merupakan Generasi Z, yaitu mereka yang lahir pada periode 1997–2012. Sebagai generasi yang tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, mereka memiliki karakteristik, gaya belajar, serta pola komunikasi yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi ini mendorong pendidik untuk terus mengembangkan strategi pembelajaran yang adaptif agar proses belajar tetap efektif sekaligus mendukung kesejahteraan psikologis mahasiswa. read more

Menjadi Tempat Aman bagi Remaja Berawal dari Cara Kita Mendengarkan

Kuliah OnlineRilis Monday, 27 July 2026

Remaja membutuhkan hubungan yang hangat dan komunikasi yang terbuka dengan orang dewasa di sekitarnya sebagai fondasi bagi kesehatan mental dan perkembangan sosial emosionalnya. UNICEF menekankan bahwa komunikasi yang penuh empati merupakan salah satu kunci dalam membangun kesejahteraan mental remaja. Sebaliknya, ketika remaja merasa tidak didengarkan atau perasaannya diabaikan, mereka cenderung enggan untuk kembali bercerita. Oleh karena itu, kemampuan orang tua maupun orang dewasa untuk mendengarkan dengan empatik menjadi bekal penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan suportif bagi remaja. read more

Mindspiration #2: Memahami Gangguan Bipolar dan Pentingnya Dukungan bagi Penyintas

KegiatanMindspirationRilis Thursday, 23 July 2026

Gangguan bipolar merupakan salah satu gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati, energi, dan tingkat aktivitas secara ekstrem sehingga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Berdasarkan National Institute of Mental Health (NIMH), sekitar 2,8% orang dewasa di Amerika Serikat mengalami gangguan bipolar setiap tahunnya, dan 82,9% di antaranya mengalami gangguan fungsi yang serius. Data tersebut menunjukkan bahwa gangguan bipolar bukan sekadar perubahan suasana hati biasa, melainkan kondisi yang memerlukan penanganan profesional agar tidak mengganggu kualitas hidup penderitanya.  read more

Mempersiapkan Mahasiswa sebagai Penolong Pertama melalui Pelatihan Psychological First Aid

Berita CPMHKegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Tuesday, 21 July 2026

Hampir setiap orang yang mengalami situasi darurat atau krisis akan merasakan tekanan psikologis, meskipun sebagian besar dapat pulih seiring waktu apabila memperoleh dukungan yang tepat. Oleh karena itu, World Health Organization (WHO) merekomendasikan Psychological First Aid (PFA) sebagai bentuk dukungan awal yang bersifat manusiawi, suportif, dan praktis bagi individu yang sedang mengalami tekanan akibat peristiwa krisis. PFA tidak dimaksudkan sebagai terapi, melainkan pertolongan pertama psikologis yang membantu seseorang merasa lebih aman, tenang, serta terhubung dengan bantuan yang dibutuhkan. read more

Mengenal Diri sebagai Langkah Awal Menjaga Kesehatan Mental Remaja

Berita CPMHKegiatan LainPengabdian Kepada MasyarakatRilis Monday, 20 July 2026

Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan identitas diri. UNICEF menekankan bahwa kesehatan mental yang baik membantu remaja belajar secara optimal, membangun hubungan yang sehat dengan orang lain, serta mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupannya. Oleh karena itu, penguatan konsep diri dan ketahanan psikologis menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang remaja, terutama ketika memasuki lingkungan pendidikan yang baru dan menghadapi berbagai tantangan akademik maupun sosial. read more

1234567

Berita Terbaru

  • Kesehatan Jiwa Anak Dimulai dari Keluarga, CPMH UGM Dorong Penguatan Kebijakan
  • Peran Mental Health Agent dalam Pencegahan Bunuh Diri dan Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa
  • Kesehatan Jiwa di Gunungkidul Jadi Perhatian, CPMH Fakultas Psikologi UGM Dorong Penguatan TPKJM
  • Film Harmoni: Healing Together Diputar di Italia, Angkat Kolaborasi Kesehatan Mental dan Agama
  • Judi Online di Lingkungan Kerja: Dampak Psikologis dan Pentingnya Deteksi Dini
Universitas Gadjah Mada

Center for Public Mental Health
Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Gedung D Lantai 6 Ruang D-603
Jl. Sosio Humaniora Bulaksumur Yogyakarta 55281 Indonesia
Email: cpmh@ugm.ac.id
Telepon: +62 274 550435 ext. 145
WhatsApp/sms: +62 8132 739 5698

Media Sosial:
Instagram: @cpmhugm

X: @cpmhugm
Facebook: CPMH Psikologi UGM
Threads: @cpmhugm
LinkedIn: Center for Public Mental Health UGM
YouTube: CPMH Psi UGM

© Universitas Gajah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY